REFLEKSI | Mengaktifkan Akal Sehat
Oleh Idat Mustari
BERAGAMA itu bukan hanya membaca Alquran, shalawat, zikir membaca tahmid, tasbih dan tahlil, atau shalat tanpa akal. Sebab tanpa akal yang sehat maka agama tak jadi penyelamat bagi kehidupan di dunia dan atau akherat. Itulah kemudian ada hadis yang berbunyi “Agama adalah akal."
Sumber hukum petunjuk agama Islam adalah Al Qur'an dan Hadis, tapi alat untuk beragama adalah akal. Tanpa akal maka Al Quran dan hadis tak bermanfaat, bahkan hukum- hukum dalam al Quran tak berlaku bagi mereka yang tak berakal, seperti hukum perintah shalat, tak berlaku bagi orang yang tak berakal.
Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan at-Tirmidzi, "Tidak ada makhluk yang diciptakan Allah yang lebih mulia daripada akal." Di kesempatan lain Nabi SAW berpesan, "Apabila manusia mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai macam kebaikan, maka hendaknya engkau mendekatkan dirimu kepada-Nya dengan akalmu."
Akal sehat dapat menjadi alat untuk beragama dengan baik dan benar.Dengan akal sehat seseorang bisa membedakan antara yang baik dan buruk, bahaya dan tidak, untung dan rugi. Oleh karena itu, saya kutif kalimat dari Rocky Gerung, “Mengaktifkan akal sehat,” sangat perlu bagi setiap sisi kehidupan.
Wallahu’alam.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!