REFLEKSI | Menemukan Kekasih Sejati
Dari tiga maqom cinta yang dinyatakan oleh Jalaludin Rumi, Cinta pada tingkatan terakhirlah yang lebih kuat sebagai landasan cinta yang harus kita cari.
Di mana cinta bersemi dari seorang hamba pada sang Khaliqnya, sudah mampu menyatu hatinya, dan jadi bagian yang erat mengikat, antara hamba dan Tuhannya.
Allah dalam sebuah pernyataannya, bahwa, "Ia lebih dekat di banding urat leher," adalah nyata, itu menjadi sebuah ajaran, adanya manunggaling kawula lan Gusti, yang banyak di rasa oleh para guru-guru Sufi, seperti Rabiah Al Adawiyah yang sangat terkenal rasa cintanya, sehingga ia berujar, dalam doanya;
"Ya Tuhan! Jika aku menyembahmu karena takut neraka, bakar aku di neraka,
dan jika aku menyembahmu dengan harapan surga, keluarkan aku dari surga.
Tapi jika aku memujamu demi dirimu sendiri, jangan dendam padaku, keindahan-Mu yang abadi."
Atau pun seperti pernyataan Jalaludin Rumi, yang dalam dan menohok kesadaran kita, akan Cinta sebenarnya yang ia cari, sehingga ia sampai pada suatu kesadaran Cinta yang ia nyatakan di mana Rumi berkata;
“Semoga Allah memberkati para budak materi dan para penghamba jasmani serta para pecinta harta benda. Tetapi sedikit pun aku tidak merasa iri dan hendak ikut serta memperebutkannya bersama mereka. Adapun aku sendiri berada dalam derajat cinta makrifat. Sebuah gambaran dunia cinta yang tidak pernah musnah dan berubah, yaitu bersama Yang Maha Kekal.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!