REFLEKSI | Membangun Mental
Oleh Bambang Melga
MENTAL merupakan aset utama untuk calon manusia unggulan, ketika mentalnya kuat dan tahan banting, maka ia akan siap dengan segera, mempersiapkan dirinya masuk ke ranah medan terdepan dari pertempuran, dan peperangan yang akan ia hadapi dalam kehidupannya.
Manusia yang bermental lemah tak cocok berada dibarisan garda terdepan...ia akan membawa kesulitan, dan menghambat laju pergerakan.
Yaa...yang diperlukan adalah orang kuat yang bermental baja dalam suatu situasi siap perang...dan kita selalu akan berperang menghadapi setiap tantangan, untuk bisa kita menangkan.
Jelasnya, untuk maju dan memenangkan hasil dalam suatu pertempuran, kita layak jadi pemimpin diri yang progresif. Mampu memberi startegi terbaik, agar kita tak jadi pecundang yang ditertawakan orang.
Maju terus pantang mundur, hajar terus kelemahan kelemahan dari diri kita, supaya kita mampu bangkit, dan mau keras berupaya dalam membangun reformasi diri, dengan bisa membangun potensi ke unggulan kita yang khas bagi masing-masing diri.
Membangun mental itu, sama dengan... Prajurit, atau diri kita, harus patuh pada musashi, Ronin, kesatria samurai... Dan musashinya diri kita adalah, tekad kuat, keinginan yang menggebu, semangat sekuat baja.
Dalam diri kita ada sepasukan-sepasukan khusus, sepasukan spesial, yang membawa misi andalan, yang benar benar memperjuangan kebaikan bagi kemaslahatan diri, dengan siap bergerak, tinggal menunggu komando untuk digerakkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!