REFLEKSI | Membangun Mental
Oleh Bambang Melga
MENTAL merupakan aset utama untuk calon manusia unggulan, ketika mentalnya kuat dan tahan banting, maka ia akan siap dengan segera, mempersiapkan dirinya masuk ke ranah medan terdepan dari pertempuran, dan peperangan yang akan ia hadapi dalam kehidupannya.
Manusia yang bermental lemah tak cocok berada dibarisan garda terdepan...ia akan membawa kesulitan, dan menghambat laju pergerakan.
Yaa...yang diperlukan adalah orang kuat yang bermental baja dalam suatu situasi siap perang...dan kita selalu akan berperang menghadapi setiap tantangan, untuk bisa kita menangkan.
Jelasnya, untuk maju dan memenangkan hasil dalam suatu pertempuran, kita layak jadi pemimpin diri yang progresif. Mampu memberi startegi terbaik, agar kita tak jadi pecundang yang ditertawakan orang.
Maju terus pantang mundur, hajar terus kelemahan kelemahan dari diri kita, supaya kita mampu bangkit, dan mau keras berupaya dalam membangun reformasi diri, dengan bisa membangun potensi ke unggulan kita yang khas bagi masing-masing diri.
Membangun mental itu, sama dengan... Prajurit, atau diri kita, harus patuh pada musashi, Ronin, kesatria samurai... Dan musashinya diri kita adalah, tekad kuat, keinginan yang menggebu, semangat sekuat baja.
Dalam diri kita ada sepasukan-sepasukan khusus, sepasukan spesial, yang membawa misi andalan, yang benar benar memperjuangan kebaikan bagi kemaslahatan diri, dengan siap bergerak, tinggal menunggu komando untuk digerakkan.
Ini bukan omong kosong, kita sedang dalam keadaan siap, dan menunggu titah!
Titah dari siapa ?
Ya titah dari kesadaran diri. Titah dari kedalaman hati. Titah dari hasil perenungan kita, untuk secepatnya bergeliat.
Sehingga terbangun kesadaran kita, untuk mengeluarkan, memunculkan semua potensi, agar menyatu, keluar, dan bisa jadi andalan kita, dalam memenangkan peperangan kehidupan ini.
Dengan kata lain, potensi yang sudah kuat pada diri kita, akhirnya membawa kita berani maju ke gelanggang, mampu, sekali pukul, bisa merebut kemenangan dan keberhasilan.
Musuh kita berupa, wujud kelemahan diri ini, musuh kita adalah rasa malas, tak mau terbangun kesadarannya, musuh kita adalah, lambatnya diri menyikapi perkembangan dunia yang sudah semakin cepat dalam perubahannya.
Langkah tegap kita harus terlihat ! Dan derapnya tersusun dengan gagah, dibalut kedisiplinan, keteraturan, agar indah. Sehingga pada waktunya nanti, ketika genderang perang ditabuh, dengan mengibarkan panji-panji sakral sebagai tanda dimulainya perjuangan...kita yakin, kita bisa memenangkan setiap pertempurannya diri, dan meraih kesuksesannya.
Siapkan diri kita untuk mau menyingsingkan lengan baju...! Tak ada lost koordinasi dengan hati, jangan sampai kita kehilangan jejak personel semangat diri. Walau sedikit waktu yang bisa kita gunakan. Bidikan diri ini tetap, harus tepat pada sasarannya. Meraih panji kemenangan, meraih apa yang kita impikan.
Peluru kita tak terbatas, jika sudah ada semangat menggebu. Walau kita banyak amunisi, jangan lengah, atau sombong, menghabiskan peluru tampa arah yang jelas dalam tembakan.
Kokangan kita jangan asal hanya terdengar bunyi, tembakan harus tepat sesuai target...dan setiap target benar- benar mampu kita taklukan. Kita tak boleh diam, hanya menunggu bola, cari pergerakan sesuai pilihan kemampuan diri, berhitung lah disana, dan tetap kita harus waspada...!!
Karena diamnya kita itu, bagai virus mematian.
Bergerak terus... Cari peluang, sampai setiap tingkatan keberhasilan kita, bisa terlampaui, dengan rentetan kemenangan, dan prestasi diri.
Siapkan mental baja kita, sekali melangkah, keberadaan kita harus tetap diniati dengan landasan keihklasan, dan memohonkan ridho dari Illahi, jangan buat malu, jangan keluar dari barisan hati yang sudah tertata...!!
Mari bulatkan tekad dan langkah diri.
Berjuanglah bersama barisan potensimu, dan patuhi komando pimpinanmu, yakni hatimu! Hingga akhirnya, hasil tak menyalahi proses, bahagiamu di masa nanti, adalah upayamu dimasa kini, memperjuangkannya dengan segenap hati, dan pengorbanan diri.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!