IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Maulid Nabi

ED
Kamis, 29 September 2022 | 09:24 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Maulid Nabi

Namun sulit untuk membuat hal yang luar biasa, spektakuler, dalam membangkitkan semangat juang jika itu terjadi pada masa Salahuddin Al Ayyubi.

Bahkan bisa jadi juga, ia tergolong manusia lemah, yang gampang lari dari medan perang, saat tentara Salib seperti yang diprovokasi Raynald mengancam akan menyerang Kota Suci Makkah dan Madinah, dengan aksi awalnya menjarah karavan jamaah haji pada tahun 1185...

Karena lemah, dan semangat jihad tentara Islam meredup, akhirnya tentara Salib berlanjut bisa merebut Makkah, dan Muslim akhirnya terpuruk karena tidak memiliki semangat perlawanan karena lelahnya berperang.

Bersyukurlah kita selalu disemangati Sang Nabi. Bersyukurlah kita memiliki Pahlawan seperti Salahuddin Al Ayyubi. Sehingga hal itu tidak pernah terjadi.

Walau ia (Nabi ) telah tiada, namun memperingati hari lahirnya, yang di sebut Maulid Nabi itu, kita umat ini, akhirnya, selalu memiliki persatuan, kekuatan, semangat, dan kegembiraan tak terkira, seperti kegembiraan pada masa awal Nabi dilahirkan, dan seluruh keluarganya, Bani Hasyim Quraisy bergembira, bersuka cita, dan alampun sampai merayakannya.

Lalu karena kita merasa zaman Nabi, Maulid tidak pernah dirayakan, dan kita mengumpat, mencela!

Apakah kita lupa, Nabi sendiri selalu merayakan kelahirannya dengan berpuasa disaat hari lahirnya !

Maka nikmat Maulid mana yang tidak kita syukuri...Andai kelahiran kita saja kita peringati, akan sangat naif jika kelahiran Nabi tidak kita peringati dengan doa, salawat, pujian, dan kebersamaan dengan saudara-saudara Islam kita, yang meyakini, Maulid Nabi ini adalah mukjizat terbesar Nabi, yang memberi kita rasa bangga, rasa cinta yang besar pada Nabi kita, dan kebahagiaan yang tak terkira.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.