REFLEKSI | Maulid Nabi
Mukzijat kehebatan Nabi, maupun kebesaran agama Allah ini, seperti bunga yang mekar bersemi pada kurun waktu-waktunya.
Sehingga dengan demikian, umat terus dikuatkan, dan dikokohkan keimanannya dengan temuan-temuan mukjizat Nabi yang terus hadir itu.
Lalu bagaimana dengan Maulid Nabi yang diperingati oleh umat Muslim, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, selalu di peringati pada tanggal 12 Rabiul Awal. Perayaan Maulid Nabi ditetapkan berdasarkan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yaitu 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau sekitar tahun 570 masehi. Khususnya dikalangan masyarakat Nahdatul Ulama (NU) di Indonesia Maulid Nabi adalah peristiwa sakral?
Diperingati karena keistimewaannya. Dirayakan karena ada nilai edukasi, yang menunjukan adanya kekuasaan Allah yang Maha Akbar, yang menjadikan setiap takdir hebat, selalu membawa kegembiraan.
Kembali pada kemukjizatan Nabi kita, yang di gelorakan pertama kali oleh Shalahuddin Al Ayyubi. Dengan maksud membakar semangat, mengelorakan daya juang jihadnya kaum Muslimin, dalam rangka menghadapi Perang Salib melawan kaum Salibis dari Eropa yang telah merebut Yarusalem dan mendudukinya.
Dan perang melawan tentara Salib itu, merupakan perang terpanjang, terberat, dan terlama yang memerlukan keajaiban, atau mukjizat Nabi untuk hal ini.
Maka untuk membangun kedekatan spiritual dengan Nabi, Shalahuddin Al Ayyubi pun menghadirkan peringatan Maulid Nabi, yang menginggatkan peristiwa besar sebelum Nabi terlahir, dimana tentara bergajah Abrahah pun, hancur lebur sebelum peristiwa Nabi terlahir, serta kelahirannya membuat bahagia seluruh keluarga pemuka Quraisy kala itu, dimana saat kelahirannya sang Nabi ini, alam memberi tanda, dengan robohnya 14 pilar istana Khosrau di Persia, api yang biasa disembah oleh para penganut ajaran Majusi padam setelah 1.000 tahun menyala, air danau Sawat yang dikultuskan orang-orang Persia menjadi surut, berhala yang berada di sekeliling Ka'bah runtuh.
Itulah peristiwa luar biasa yang terjadi pada saat kelahiran Sang Nabi, sehingga Shalahuddin Al Ayyubi sebagai panglima perang Islam yang saat itu sedang melawan tentara Salib, merasa perlu menghadirkan Mukjizat keistimewaan Nabinya, dengan memperingati kelahirannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!