REFLEKSI | Maulid Nabi
Maka Alhamdulillah, Mukjizat Maulid Nabi, terus hidup sampai saat ini.
Setelah sebelumnya di munculkan oleh Panglima Perang Islam yang tak hanya membangkitkan semangat juang, dan jihad pasukan Islam saat itu, hingga berhasil merebut Yerusalem, sebagai Kota Suci kedua umat Muslim, dan semangat lainnya juga, adalah menghadirkan kegembiraan pada umat Islam yang meyakini keistimewaan Mukzijat Nabinya, dengan perayaan Maulid Nabi ini.
Bisa dibayangkan, kita berpikir kritislah...
Andai Salahuddin Al Ayyubi tidak berpikir cerdas menghidupkan Maulid Nabi, setelah tiga abad terus terjadi perang, jutaan manusia mati karena perang dan penyakit, tak akan pernah ada penaklukan kembali Yerusalem yang telah di rebut tentara Salib...sebab lelahnya pasukan Islam dalam pertempuran, peperangan yang menyita semangat juangnya.
Andai saudara se Islam kita menyatakan Maulid itu bid'ah, sanggupkah ia berperang dalam waktu satu bulan penuh, setiap hari, seperti berperangnya Salahuddin Al Ayyubi, yang berjuang melawan tentara Salib selama 20 tahun masa hidupnya ?
Bisakah mereka yang gampang menyatakan bid'ah pada perayaan Maulid Nabi itu, menghadirkan mukjizat pada masa kritis dalam situasi terus berperang ?
Lalu bisakah ia menghadirkan kegembiraan ? Hingga pasukan perang Islam, kembali mendapatkan daya juang, dan semangat berperangnya kembali berkobar luar biasa !
Pastinya, siapapun pada masa ini, akan sangat gampang menyela ! Membid'ahkan amalan saudaranya sesama Muslim !
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!