REFLEKSI | Lupa Berpijak
Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.
KITA selalu melihat kehidupan itu seperti hal yang landai-landai saja, tanpa batu sandungan.
Padahal sudah jadi hal lumrah, setiap ujian yang hadir, lalu bisa kita lewati, kemudian tak lama, kita pun lupa pada peristiwa tempaan yang pernah terjadi itu.
Seharusnya, yang pernah kita alami, selalu membuat kita waspada, dan awas tiap saatnya.... Semua ini untuk jadi ibrah bagi kita, agar bersikap bijaksana, dan bersiaga.
Sering pengalaman pahit kita terlupakan!! Oleh datangnya kesenangan baru yang memabukkan !
Lagi lagi kita seperti Bani Yahudi. Sering lupa pada nikmat Allah. Sering lupa pada pada tempaan ujian Allah. Yang harusnya... Membuat kita semakin beriman, semakin memperbanyak rasa bersyukur.
Umat Nabi Musa itu umat yang cerdas. Umat Muslim itu umat yang selalu di momong Allah dengan hikmah, dan berbagai kisah masa lalu, untuk mampu di ambil pelajarannya.
Seperti halnya para nabi yang dibekali kitab kitab, Al Qur'an suci itu, kumpulan hikmah dari perbendaharaan Kalam Illahi yang khusus untuk jadi pegangan bagi kita.
Namun apa lacur ? Al-Qur'an malah di salah gunakan!! Ayatnya dipakai hujjah untuk menipu umat!! Ayat di pelintir untuk memperkaya diri sendiri.
Yaa... Dengan ayat, mereka yang fasih memainkannya... Menjadi idola baru...! Kesayangan mereka!!
Menjadi ulama itu harus berilmu ! Anehnya lagi, walau salah, jelas tak berilmu!! Kosong otaknya melompong, dosblong. Ia tetap mereka puja, bagaikan pahlawan, bagaikan dewa, hanya karena, keberanian melawan pemerintah, umaronya sendiri, yang tak ia hargai.
Umat ini persis seperti umat Musa, yang durhaka, karena tertipu pemuka agamanya yang abal-abal.
Ada lagi yang bertopeng dengan gelar keulamaannya, pikiran-pikirannya tak seberapa hebat, tapi ketika ayat ayat ia bunyikan, umat tertunduk mengiyakan.
Perhatikan ayat QS Al Baqarah ayat 17. Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
Umat terlalu berpikir melangit, mereka lupa berpijak ke bumi !!
Qur'an banyak dibaca ayat nya saja!! Lupa umat untuk mendalami arti, dan merenunginya, Padahal mencari jawaban atas fenomena -fenomena sosial yang terjadi, itu semua lengkap ada di kitab suci kita.
Dipikirnya kasus sosial, dizaman ini, di Al Qur'an tak mungkin ada ! Dan Al Qur'an dianggap tak bisa menjawab persoalan kekinian.
Apakah kita tak memperhatikan, Allah tengah geram dengan kelakuan pemuka agama kita, hingga doa-doanya tak makbul, malah berbalik menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Allah sebetulnya membuka mata hati kita, terkabulnya doa, selalu dilandasi adanya hati kita yang suci, ikhlas, tulus, bukan atas dasar kebencian, dan landasan nafsu amarah.
Sungguh, maha besar Allah kita...!! Dia yang luar biasa mengajari kita untuk tak jumawa, congkak, dan sombong bagai dewa maut yang mematikan.
Mari buka surat Al Baqarah, baca baik baik artinya, simak baik baik maknanya, semua kasus di atas, fenomena jaman ini, dimana ada politisasi ayat, politisasi agama.
Allah ungkap, dan kita dapatkan jawabannya, tegas, kuat, semuanya ada di surat Al Baqarah.
Surat kedua, yang wajib dibaca, di telaah artinya, sebab kunci jawaban atas banyak hal yang kita anggap baik, Allah buka sebenarnya itu, seperti apa ?
Dengan landasan Qur'an lah, kita dapat pegangan, itu cara Allah memperingatkan kita agar tak kebablasan!! Dan gelap mata.
Berpijaklah ke bumi, lihatlah arti setiap kejadian, bukalah ayat ayat di Qur'an milikmu, Disana ada petunjuk yang benar atas banyak kejadian.
Ingat langit itu tinggi, tapi kaki kita selalu berpijak di bumi. Maka cintailah bumi kita, jangan berbuat kerusakan, dan menebar fitnah, yang akan menghancurkan hatimu, untuk bisa melihat secara jernih setiap persoalan.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!