REFLEKSI | Kekuatan Masjid
Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.
MEMBANTU, atau menolong wajib bagi sesama kita, jika itupun Allah memampukan kita untuk menolong dengan apa yang kita punya.
Apapun bantuan kita, jika bisa dengan harta, itu akan lebih baik. Jika tidak dengan harta, bisa membantunya dengan mensupport, memberi semangat, mencarikan jalan keluar, atau hanya membantunya lewat doa, agar Allah langsung yang memberi kemudahannya.
Semua usaha kita dalam membantu, tentunya disesuaikan dengan kemampuan kita, dan tidak berlebihan, diluar kemampuan kita, hingga kita pun akhirnya mengalami kesulitan sendiri.
Membantu adalah hal yang sangat disukai oleh Allah, Nabi, dan para Orang-orang Soleh. Sehingga bab dalam membantu kesulitan orang lain, yang kita lakukan, oleh Allah diganjar dengan 73 ampunan dosa kita oleh Allah.
Rasulullah SAW dengan bersabda: “Barang siapa menolong orang yang sangat membutuhkan, maka Allah mencatatnya sebanyak 73 ampunan. Satu ampunan terdapat kebaikan semua masalahnya, yang 72 (menaikkan) derajatnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Baihaqi).
Pada masa Nabi, kaum Muhajirin Mekkah sangat berhutang Budi pada kaum Ansor di Madinah. Karena tidak hanya kaum Ansor menyediakan tempat tinggal, bahkan keperluan sehari-hari dari kaum Muhajirin di tanggung oleh saudara seimannya di Madinah. Hingga akhirnya mereka bisa beradaptasi, dan bisa mandiri tanpa perlu di bantu lagi.
Menolong dengan cara apa para kaum Anshar pada kaum Muhajirin itu ?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!