REFLEKSI | Kekuatan Masjid
Pastinya jika kita tilik dengan kacamata bahwa pada saat itu adalah masa sulit, yang dihadapi tidak hanya oleh kaum Muhajirin. Cara membantu kaum Anshar adalah membantu saudaranya dengan semangat kegotong royongan.
Apa yang terjadi kemudian dengan adanya saling tolong menolong itu ?
Kaum Muhajirin dan Anshar, semakin solid, kedekatan mereka akhirnya memberi kekuatan dan dampak signifikan bagi laju dan kesuksesan dakwah Nabi, hingga akhirnya, itu dibuktikan dengan Fathu Mekkah, atau pembebasan Mekkah, sehingga kaum Muhajirin dapat kembali ke kota kelahirannya Mekkah.
Bagaimana cara menolong kaum Muhajirin itu ? Ternyata cara menolongnya dilakukan secara bahu membahu, ditanggung bersama, dilakukan oleh semua.
Dari buku yang di tulis oleh Rafy Sapuri, dalam bukunya Kisah-Kisah Teladan. Ummu Ala, seorang wanita Anshar yang telah berbait kepada Rasulullah SAW menggambarkan ke Kharijah bin Zaid ibn Tsabit bahwa Utsman ibn kaum Anshar sampai mengadakan undian untuk menentukan siapa yang harus ketempatan kaum Muhajirin dan kaum Anshar juga membagi hasil panen mereka kepada kaum Muhajirin.
Begitulah cara menolong yang efektif. Ditanggung bersama, membantu semuanya.
Lalu bagaimana dengan cara menolong sesama saudara kita saat ini yang sedang ada dalam kesulitan, kepailitan, dan terhimpit hidupnya hingga tak bisa berpikir jernih.
Khusus dalam lingkup di lingkungan masyarakat kita, mestinya para pengurus adalah orang yang peka pada keadaan sekitar, apakah pengurus RT, RW, atau pengurus masjid nya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!