REFLEKSI | Kekuatan Masjid
Semuanya harus membiasakan membuka diri, sensitif pada kondisi setempat, dan memiliki informasi sebagai data, yang didapat dari warganya langsung, yang memang sedang mengalami kesulitan. Atau dari info tetangga lainnya, terkait warga yang mengalami kesulitan tersebut.
Tidak semua dalam lingkungan masyarakat adalah orang susah! Dan ada saja orang yang memiliki kelebihan harta benda, yang bisa menyisihkan rezekinya untuk membantu sesamanya dilingkungan setempat.
Kekuatan inilah yang mestinya terdata, terkoordinasikan.
Hingga ada suatu badan yang mampu berkerja secara cepat membantu masyarakatnya.
Lalu, pengurus RT, RW, dan Pengurus DKM adalah membuat masjidnya memiliki kemampuan dalam membantu warganya, dan itu disokong oleh seluruh lapisan masyarakat setempat, yang memiliki kepedulian sosial untuk membantu saudaranya di lingkungan tempat tinggalnya.
Dan ketika komponen masyarakat sudah semuanya membuka diri, dan kepengurusan di lembaga terkecilnya membiasakan sigap membantu warga, maka akan tercipta kondisi kekuatan dalam masyarakat itu, yang akhirnya kesolidan dalam masyarakat akan kuat terbangun, dan berdampak positif.
Jika masih bisa ditangani oleh kekuatan pemberdayaan dari masjid, atau rumah ibadah lainnya dalam membantu masyarakatnya, itu bagus !
Namun jika tidak, jangan berdiam diri...karena hal ini bisa diteruskan ke pihak kelurahan, atau kecamatan, ataupun ke dinas sosial untuk berkoordinasi, agar warga masyarakat kita bisa terus terbantu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!