REFLEKSI | Jangan Iri pada Rezeki Orang
ٱللَّهُ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Ankabut : 62).
Allah yang menentukan seseorang banyak rezekinya atau tidak. Ukurannya bukan pintar atau bodoh, seperti ungkapan,”Banyak orang pandai tetapi sulit kehidupannya dan banyak juga orang yang bodoh tetapi mendapatkan rezeki yang banyak.”
Allah yang memberi rezeki. kita hanyalah yang diberi. Pencarian rezeki tak akan merubah takdir-Nya. Takdir berubah jika Allah menghendaki.
Habib Abubakar Aladni bin Ali Almasyur berkata,”Jika engkau tidak tahu alamat rezekimu, janganlah takut karena rezekimu tahu dimana alamatmu. Jika engkau tidak bisa sampai kepada rezekimu, niscaya rezekimu pasti akan datang padamu".
Wallahu’alam
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!