REFLEKSI | Jagalah Hajimu Sampai Ajal Menjemput

ED
Kamis, 26 Juni 2025 | 07:23 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Jagalah Hajimu Sampai Ajal Menjemput

Oleh H. Aminudin Mu'min

MUSIM haji segera berakhir. Gelombang kepulangan jamaah dari tanah suci mulai terasa. Bandara-bandara dipenuhi wajah-wajah lelah namun bahagia. Ada peluk haru dan air mata yang jatuh dari pipi keluarga menyambut kepulangan orang terkasih. Sebagian jamaah masih bertahan di Makkah atau Madinah, menunggu giliran pulang, menyempurnakan ibadah mereka dengan ziarah dan ibadah-ibadah sunah.

Bagi yang telah kembali ke pangkuan keluarga tercinta, selamat datang kembali. Semoga setiap langkah selama di tanah suci menjadi saksi bahwa kita pernah menjadi tamu Allah, pernah mencium Hajar Aswad, pernah bersimpuh di hadapan Ka'bah, dan pernah menangis memohon ampun di padang Arafah.

Saat ini adalah saat yang tepat untuk menyampaikan cerita dan kesan dari perjalanan haji kita. Ceritakanlah dengan penuh ketulusan dan harapan, agar menjadi penyemangat bagi yang lain untuk segera menyusul memenuhi panggilan suci itu. Jangan biarkan pengalaman buruk atau kendala selama di sana mengaburkan hikmah yang besar. Bukankah mungkin justru itu semua adalah jalan Allah mengangkat derajat kita?

Renungan terpenting justru datang saat kita telah kembali ke tanah air: Bagaimana menjaga kemabruran haji agar tetap utuh hingga maut menjemput? Inilah pertanyaan besar yang harus dijawab dengan amal nyata, bukan hanya nostalgia emosional. Sebab haji bukan sekadar ritual, melainkan titik balik menuju kehidupan yang lebih suci.

Pertama, jagalah lisan dan perilaku kita dalam pergaulan sehari-hari. Jangan lagi terlibat dalam gosip, amarah, atau adu domba. Bila harus memilih antara mencubit atau dicubit, lebih baik memilih dicubit. Mengalah bukan berarti kalah, tetapi menang di mata Allah. Kita bukan lagi pribadi yang dulu, kita telah diangkat derajatnya oleh Allah melalui ibadah haji.

Kedua, jangan tinggalkan wudhu dan shalat lima waktu. Bangunlah kembali semangat ke masjid seperti saat di Makkah dan Madinah. Jadilah orang pertama di saf awal. Setiap selesai dari kamar mandi, berwudhulah kembali. Wajah yang dibasuh dengan wudhu akan bercahaya di hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.