REFLEKSI | Itikaf dan Masjid Pelayan Umat
“Nabi Muhammad SAW senantiasa beritikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sampai Allah SWT mewafatkan beliau. Sepeninggal beliau, istri-istri beliau juga melakukan itikaf.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)
Berdiam diri di masjid atau berItikaf hukumnya sunah muakkadah. Cara ini dinilai paling efektif untuk taqarrub dan meraih Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Kegiatan itikaf ini, menjadi amalan andalan orang-orang saleh, sebagai satu sarana utama untuk meraih malam yang lebih mulia dari seribu bulan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian melakukan puasa didalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan akan diikat, di bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang.” (HR. An-Nasai).
Itikaf cara Nabi yang di lakukan di Masjid, ternyata sudah dilakukan oleh pendahulunya, Nabi Ibrahim as, dan Ismail as. Kegiatan Itikaf, telah ada sejak beberapa generasi sebelum Nabi Muhammad SAW, sebagai salah satu cara dari Allah memperlakukan para penziarah yang datang ke Baitullah, untuk mendapatkan keselamatan, dan jaminan keamanan selama mereka mendatangi rumah Allah tersebut.
Jika merujuk pada Itikaf yang di wartakan oleh Allah, pada Nabi Ibrahim untuk menyiapkan Baitullah sebagai tempat rujukan bertawaf dan beri'tikaf, dengan perintahnya agar membersihkan dan membuat nyaman, dan aman Baitullah, berarti apa yang di maksudkan itu, harus di lihat dalam konteks... Masjid dapat melayani para jamaah yang datang untuk beri'tikaf tersebut, "pelayanan masjid untuk umat."
Masjid sebagai rumah Allah, sebagaimana Baitullah, adalah tempat yang harus melayani para pelaku itikaf yang datang ke sana, tidak hanya menyediakan tempat, tapi juga memberikan pelayanan maksimal, untuk kegiatan berbuka maupun sahurnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!