REFLEKSI | Ikut Ulama
Oleh Bambang Melga Suprayogi
UMAT yang masih banyak belajar, harusnya ikut ulama yang lemah lembut.
Mengapa demikian?
Sebab yang digembleng para ulama yang berahlakul karimah, adalah mewujudkan karakter pada santrinya, atau umat, untuk memiliki sifat -sifat yang terpuji, adab yang baik, bukan hanya pada ulamanya, tapi pada sesama manusia lainnya, dalam bermuamalah di kehidupan sosialnya.
Santri yang baik adalah menemukan guru atau Mursyid yang memiliki kezuhudan, sisi spiritual dari kezuhudan adalah, orentasi santri dalam masa pengemblengan adalah pada spirit mencari nilai-nilai kebaikan akhirat, apa saja yang harus di siapkan, dan apa saja nanti yang akan mencelakakan diri, jika tak tahu jalan kembali.
Santri dan ulama harus memiliki ikatan batin yang solid, sehingga ulama akhirnya hadir selaku figur panutan, contoh baik, dalam ahlaq, dalam bermuamalah, dalam kedalaman keilmuan, dan dalam berinteraksi antar guru dan murid ini.
Ulama yang harus dihindari santri untuk di jauhi, baik bagi santri dan masyarakat adalah ; 1. Ulama yang selalu memprovokasi. 2. Ulama yang selalu memecah belah umat. 3. Ulama yang,"patojaiyah," selalu bertolak belakang antara ucapan, dan perbuatannya. 4. Ulama yang tempramental, suka ngamuk, marah-marah. 5. Ulama yang selalu mencaci umaro maupun umat lain di luar agamanya. 6. Ulama yang suka menyakiti umat, biasanya terefleksi dari terlebih dulu menyakiti masyarakat sekitar lingkungan nya...sehingga di masyarakatnya, karakternya sudah sangat di kenal cemar. 7. Ulama yang suka main perempuan, menikahi tapi tak bertanggung jawab...perkawinannya drama sesaat. 8. Ulama yang menelantarkan anak maupun istrinya. 9. Ulama viral, yang selalu cari sensasi, seakan sedang mencari jati dirinya, yang belum juga ia dapatkan. 10. Ulama gadungan yang banyak kita dapati sekarang, yang bisanya marah, memprovokasi, namun minim ilmu Islam dan tauhid sama sekali. 11. Ulama yang memerangi penguasa, padahal penguasanya tidak zalim pada umat. 12. Ulama yang sering berfatwa aneh, tidak urgent, dan selalu berprilaku nyinyir pada kondisi situasi yang terjadi. 13. Ulama yang menggunakan pengaruhnya untuk membodohi umat, menipu umat dengan kedok agama, dan menyelewengkan ayat untuk memperkaya pribadinya. 14. Ulama yang tidak jelas keulamaannya, belum terbukti kiprah baiknya, baru sesaat, dari golongan yang baru saja jadi mualaf, dan ini sangat di ragukan keilmuannya, ulama yang seperti ini, akan sangat berbahaya bagi umat jika kita mengambil manfaat ilmu darinya. 15. Ulama yang selalu cari muka, tandanya, ia selalu memanfaatkan posisinya, ikut organisasi ini, itu, tapi keberadaannya tak memiliki kontribusi yang signifikan, dan hanya jadi penyulit dalam organisasi yang ia masuki. Sehingga di organisasinya, ia jadi duri, yang malah bertentangan pemahamannya, dengan organisasi besar yang menaunginya.. 16. Terlalu banyak bicara, banyak berstatement ngawur, dan banyak gaya....ini lah ulama terakhir yang harus di jauhi santri, dan umat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!