REFLEKSI | Ikhlas, Tanpa Pamrih
Oleh Bambang Melga Suprayogi
DIEMBEL-embeli pahala, atau balasan yang menguntungkan, kita selalu baru mau melakukan kebaikan.
Kebaikan yang kita lakukan, apa harus dengan pamrih?
Jika tanpa itu...apa kita masih mau mengerjakannya ? Ayolah...jangan seperti anak kecil kita ini. Sehingga apa-apa, harus selalu terlebih dahulu, di beri permen, itu kemauan seperti anak kecil.
Bagaimana agama ini mulya ? Jika umatnya, kolokan, dan berkarakter amatiran.
Terlalu banyak manusia berbuat amal dalam hidupnya, harus diiming imingi imbalan !! Imbalan layaknya balasan hadiah yang kita mau, sekaligus membutakan kita, menutup mata hati ini, karena apa-apa selalu berpamrih...
Sehingga jika tanpa itu, kita tak akan mau melakukannya ! Kerja kita mogok !! Magel, diam statis !! Tak mau gerak hebat, dan tak berinisiatif.
Manusia jika telah berhitung, lupa pada banyaknya nikmat Allah yang tak dapat dibilang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!