REFLEKSI | Halangan Diri
Hate anu meurih... hate nu ngajerit kabeulit ku dosa-dosa Biwir nu ngageter ngedalkeun rasa jiwa Ampun ampun duh Gusti ..
Jika lirik itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kira-kira seperti berikut :
Mengapa semuanya Hanya kegagalan, kegagalan dan kegagalan? Ini tentang cinta dan usaha Tujuan pun kandas Kemudahan berbalik arah kemudahan menjauh Keberuntungan melarikan diri Mengapa mengapa mengapa? Jangan-jangan penghalang diri Karena dosa-dosa Keasikakan, keenakan Melanggar larangan Jangan-jangan penghalang diri Karena dosa-dosa Garisnya panjang Sepanjang jalan kereta Sapanjang jalan karéta Ya Allah, Ya Allah Bagaimana cara memudahkannya? Ya Allah, Ya Allah Bagaimana cara membebaskannya?
Air mata membasahi pipi Jatuh di atas sejadah Ingat-ingat perilaku Itu salah dan salah Hati yang sakit, hati yang menjerit Diperumit oleh dosa Bibir yang bergetar mengungkapkan perasaan jiwa Maafkan aku, maafkan aku, Rabbku."
Saya tidak tahu, inspirasi dari mana sang penulis lirik itu, tetapi hal itu sejalan dengan perkataaan Imam Hanafi, “Kesulitan itu adalah hasil dosa. Karena itu orang berdosa tidak memiliki hak untuk mengeluh ketika kesulitan”.
Rasaku terusik, bibirku pun bergetar berucap,” Astaghfirullah Robbal baroya, Astaghfirullah minal Khothoya”.
Wallahu 'alam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!