REFLEKSI | Fitnah
Manusia wajib memerangi fitnah yang masuk dalam ranah apapun, utamanya yang tersebar di media sosial dengan kata lain hoax, atau berita bohong, informasi palsu, yang beberapa waktu lalu sangat kental mewarnai negeri ini, yang orang-orangnya Allah uji kekuatan iman mereka, lewat peristiwa Pilpres, Pilkada, yang seringkali fitnah keji, hoax ini mengalir deras, bagai hujan lebat tak berkesudahan.
Dan produksi hoax ini, kita bisa cermati, justru datang dari kalangan manusia yang berkedok iman, berlabel agama, yang mirisnya, lupa hoax dan fitnah adalah sesuatu yang di benci Tuhannya.
Dalam hadits riwayat Bukhari tertulis bahwa, "Tidak akan masuk surga seseorang yang memfitnah (mengadu domba atau menebar fitnah) kepada para sesamanya".
Artinya: "Orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya." (HR. Abu Dawud).
Yaa, manusia adalah tempatnya salah, tempatnya lupa, dan selalu akan terus belajar dari setiap peristiwa. Masa fitnah besar telah kita lewati pada saat Pemilu, dan Pilkada lalu.
Dan masuk persiapan Pemilu selanjutnya tahun 2024, semoga kita lebih waspada, lebih cerdas, dan lebih awas dari bakal adanya hasutan fitnah yang akan disebar oleh Iblis dan antek-anteknya.
Semoga dikuatkan iman kita, semoga di luruskan pikiran sehat kita, sehingga kita tak jadi pengikut Iblis musuh umat manusia, yang selalu mencari cara, menyengsarakan kita dan umat keturunan Nabi Adam lainnya.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!