REFLEKSI | Dzikir Tubuh
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
DZIKIR merupakan salah satu cara yang kita lakukan untuk mengingat Allah dalam setiap waktu, dan kesempatannya, baik takala kita duduk terdiam, berjalan, atau sedang rebahan, bahkan saat berbincang, atau baca koran maupun buku sekalipun.
Dzikir dengan lisan, merupakan hal umum yang mengkondisikan lidah, mulut, sebagai indera pengecap, untuk berkecendrungan dipakai hal yang bermanfaat, dan positif, saat lidah tidak digunakan.
Begitupun hati, ia merupakan salah satu pintu manusia untuk mampu bermakrifat, jika hatinya sudah terbiasa berdzikir, dan dzikirnya ia jaga hingga seluruh waktunya, maka hati manusia itu akan aktif, dengan sendirinya hati mampu mempertahankan kondisi tak lupa menginggat Allah.
Maka pantas apapun aktivitas kita, selama aktivitas kita berkecenderungan mengerjakan keutamaan-keutamaan untuk memperkuat kehidupan, baik yang terkecilnya untuk diri, utamanya keluarga, dan yang lebih khusus, berbuat kebaikan untuk orang lain, dalam aktifitas sosial kemasyarakatan, itulah keutamaan dzikir diri seluruh tubuh kita, untuk bisa menyatukan fisik dengan kosmos keteraturan yang harmoni pada kesemestaan alam.
Maka pantas, Nabi SAW memberi pesan esensi yang sarat makna yang mendalam dalam hadistnya, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad).
Itulah seutama-utamanya dzikir, dalam menginggat Allah yang langsung di implementasikan dengan perbuatan, yang menghasilkan banyak kebermanfaatan diri, maka hal inilah yang Allah sukai.
Jika dalam beberapa periwayatan ada kisah, menyingkirkan halangan, walau batu yang membahayakan manusia lain, atau mahluk lainnya, dan ia di ganjar surga, kemudian yang memberi minum anjing walau ia adalah pendosa ia di ganjar surga olehNya, apalagi manusia yang telah berbuat baik untuk kemanusiaan itu sendiri, pastinya lebih Allah perhatikan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!