REFLEKSI | Dzikir Tubuh
Hal ini, seperti meninggalkan mata air yang akan terus mengalir, walau kita sudah wafat, keberkahan diri kita terus di ingat, dan menghasilkan buah yang terus kita dapatkan hasil panennya, dengan keberlimpahan, disaat yang lain kekeringan dan butuh do'a.
Dzikir tubuh adalah keberdampakan ke depan, yang bisa terasa dampaknya, hasilnya, dan buahnya, yang memberi dampak pada sekitar, sekalipun kita sudah tiada, dan hal inilah yang acap kali para wali lakukan, sehingga ketiadaan mereka, masih mampu memberi kebaikan pada lingkungan sekitar dimana ia pernah tinggal.
Seorang sufi besar, Ibnu Athaillah al-Sakandari (penulis Al-Hikam) menyebutnya dengan, "Dzikir haqiqi," atau dzikir yang dilakukan oleh seluruh jiwa-raga, kapan dan di mana saja, dengan memperketat upaya untuk memelihara seluruh jiwa-raga dari larangan Allah SWT dan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!