REFLEKSI | Dzikir Tubuh
Ada kualitas lebih untuk mereka yang melakukan dzikir tubuh ini, ia adalah manusia-manusia utama yang tidak hanya memperhatikan dirinya sendiri.
Dan untuk manusia yang berkecenderungan memiliki aktifitas sosial yang memperhatikan orang lain diluar dirinya, jika itu benar diniatkan hanya untuk Allah dan tidak salah gunakan memanfaatkan keluarbiasaan efek dari dzikir tubuh ini, maka keberkahan Allah akan tampak dari kemuliaannya dengan dibuat halus hatinya, dibuat peka hatinya, sehingga ia akan cepat terenyuh ketika melihat hal yang miris dan harus ia bantu.
Lalu membantu orang lain, seperti dan sekuat apa yang ia bisa bantu ?
Seperti Nabi SAW berwasiat dalam pesan luar biasa yang mengandung ajakan bisa berbuat baik walau sekecil apapun itu. Itulah yang bisa kita perbuat.
Seperti dalam hadist, "Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik, sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya lalu mengembangkannya untuk pemiliknya sebagaimana seseorang merawat anak kudanya hingga ia menjadi seperti gunung yang besar." (HR. Bukhari no. 1410 dan Muslim no. 1014)
Dzikir tubuh adalah aktifitas keseluruhan diri kita, dalam berkemampuan memberi kebermanfaatan diri pada seluruh mahluk lainnya diluar dirinya.
Memberi sekecil apapun, berbuat dengan perbuatan yang paling terbaik yang Allah sukai, semisal, berbagi ilmu, berbagi kepahaman, membuat orang pintar, berpengetahuan, dan terhindar dari celakanya diri, adalah dzikir tersembunyi yang tidak kita sadari.
Maka pantas disebut amalan yang tak ada habisnya dzikir tubuh seperti itu, karena ada yang orang lain dapatkan kebermanfaatannya, khususnya ilmu, atau apapun yang bermanfaat, yang orang lain kenali dari apa yang kita tinggalkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!