REFLEKSI | Di Mana Seharusnya Ngaji

ED
Jumat, 22 April 2022 | 07:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Di Mana Seharusnya Ngaji

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

FENOMENA ngaji di jalanan, yang di awali dari kota pendidikan di Yogyakarta, sangat menohok kita, betapa kegiatan ngaji yang tidak biasa, telah menjamur dan ditiru di banyak kota.

Dari Abu Hurairah Ra., Ia berkata : Rosululloh saw, bersabda :" Apabila berkumpul suatu kaum dalam rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Al Qur'an dan mempelajarinya, maka ketenangan pasti akan turun kepada mereka, Rahmat Allah melingkupi mereka, malaikat-malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka dikalangan mahluk yang ada di dekat-Nya (para malaikat)." (HR. Muslim)

Jika melihat fenomena yang cenderung jauh dari apa yang dicontohkan Nabi SAW, para sahabat, alim ulama, dalam membaca Al Qur'an, dan kepatutannya yang sudah lazim di kalangan umat Muslim...Peristiwa membaca Qur'an di tempat umum yang terbuka, dengan lalu lalang manusia yang sangat menganggu kekhusuan, serta kekhidmatan, merupakan hal yang berlawanan dengan keharusannya, seperti dalam hadits Nabi SAW di atas, membaca di dalam masjid, memperoleh ketenangan, mendapatkan rahmat, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut mereka di kalangan mahluk yang ada di dekat-Nya.

Sepintas jika kita mengkaitkan peristiwa itu, dengan keberadaan hadist Nabi SAW yang dinukilkan tadi, sudah sangat kontras bedanya, dan efeknya malah sebaliknya yang dirasakan, dan kita baca.

Kebaikan itu dinilai oleh individu di luar diri ! Oleh orang lain bukan oleh sendiri. Sedangkan niat, adalah hal tersembunyi, bisa menjadi ujian jika kita salah dalam penerapannya. Lalu seperti apa niat segolongan jamaah ngaji tersebut ?

Apakah ini tidak menjadi pemikiran kita ! Khususnya umat yang masih memegang prinsip, seperti yang dicontohkan para ulama yang benar !

Membaca Al Qur'an merupakan bentuk aktivitas amal saleh yang dianjurkan, dalam peristiwa fenomenal tersebut, kita melihat sudah mulai ada pergesaran nilai dalam niat ! Pergeseran kepatutan ! Pergeseran adab ! Apalagi yang harus dikatakan...!

Rentetan-rentetan peristiwa adalah pembelajaran bagi umat. Terlalu gegabah jika kita pun lantas mencela ! Karena yang harus diluruskan terlebih dahulu adalah masalah niat, dan kepatutannya saja dulu yang perlu kita kritisi !

Bukankah umat Rasulullah SAW, oleh Allah selalu ditantang menggunakan akalnya, itu tantangan bagi mahluk yang berakal ! Mengapa ?

Supaya dengan akal, kita bisa menyingkap tabir tipis yang sangat tak kentara, sangat halus beda antara ria dan amal baik yang sebenarnya.

Ngaji di trotoar, lebih ke arah aktivitas yang menunjukan suatu pergerakan, yang sengaja dibuat untuk mencapai tujuan tertentu !

Dan yang dikhawatirkan, adanya perubahan niat, yang awalnya hanya untuk Allah, bergeser ke niatan lain yang akan sangat jauh dari mendapat,"Rahmat dan Kasih Sayang Allah."

Dalam suatu hadist yang di dapat dari Umar bin Khattab Ra., bahwasanya Nabi SAW, bersabda ; " Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al Kitab (Al Qur'an), dan akan merendahkan derajat suatu kaum yang lainnya dengannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Membaca fenomena ngaji di jalanan, di trotoar, atau ditempat terbuka lainnya yang tak lazim, barometer membacanya adalah dengan apa yang diniatkan !

Tujuan atau niat menjadi fundamental penting ! Adapun maksud tersembunyi yang lainnya, tentu nanti akan terjawab dengan sendirinya berlandaskan ini (niat).

Jika dilihat dari rangkaian adanya fenomena-fenomena, yang kita saksikan, itu tak lepas dari kejadian sebelumnya, dimana suatu golongan menggunakan masjid sebagai tempat ia tidur, namun salat yang mereka lakukan malah di lapangan, dan dijalanan, di atas kendaraan, bahkan dalam suatu sorotan kamera yang terekam, sampai ada umat yang salat di tengah jalan raya, dimana lalu lalang kendaraan sangat padat, dan kondisi ibadat itu sangat mengganggu sekali para pengguna jalan lainnya.

Kita tanya hati kita, sudah tepatkah salatnya ? Bagaimana pikiran kita mencerna itu ? Balik kembali ke niat yang disebutkan, baikkah niatnya ? Ria ataukah amal saleh yang ia kerjakan ? Di sini kita sudah punya jawaban di hati kecil kita.

Umat entah bagaimana nalarnya, sekarang ini sangat agresif, dan atraktif sekali memperlihatkan wujud kesalehannya. Padahal para Rasul, para sahabat, para imam hujjatul Islam, selalu dengan hati-hati memperlakukan kitab sucinya, agar marwahnya terjaga, dan rahmatnya didapat.

Lalu bagaimana fungsi masjid yang dibangun indah di kota-kota tersebut, haruskah ditinggalkan oleh umatnya ? Disebabkan karena sedang trendnya membaca dan mengaji Al Qur'an di trotoar, dan di pinggir jalan ! Seperti juga, trennya salat berjamaah di dilapangan, di atas kap mobil dan juga di jalan raya.

Mana peran lembaga agama MUI ? Mengapa MUI tak cepat tanggap, akan maraknya peristiwa-peristiwa tak biasa ini ! Umat perlu fatwa ! Dan jangan sampai syak wasangka terus berlanjut tak ada kepastiannya.

Buat umat Muslim lainnya, yang masih ternganga akan peristiwa ini, sangat penting kita selalu menjaga niat ! Sangat penting kita selalu mengawasi nafsu ! Belajarlah kita selalu untuk mengenal adab. Bukan hanya adab menjaga hubungan sosial dengan manusia, tapi juga menjaga adab kita dalam ibadah, dalam memperlakukan kitab suci kita, dan dalam ritual ibadah lainnya, sehingga kehormatan berislamnya kita, tidak kita rusak secara sengaja tanpa kita mengetahuinya. Lalu... Apakah kita tidak sayang, tidak takut akan hancurnya amalan kita, yang akhirnya tak berarti ketika niat mengajinya kita, malah bukan karena Allah ?

Tapi karena ada motif, ada ria, ada tujuan politik !

Mari kembali salat dan baca Al Qur'an di Masjid. Makmurkan rumah Allah, sebab Rahmat Allah sangat besar adanya di dalam Masjid.

Dan jangan sampai masjid megah di bangun dimana-mana, namun yang meramaikannya entah kemana....jika itu terjadi, berarti kita, telah mempercepat datangnya kiamat.

Wallahu a'lam bishawab.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.