REFLEKSI| Cara Dakwah Nabi Adalah Berinteraksi

ED
Kamis, 14 Juli 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
REFLEKSI| Cara Dakwah Nabi Adalah Berinteraksi

Umat tak perlu cepat terpana, dan terpengaruh para Ustad hebat yang muncul dari sisi dunia digital seperti saat ini di YouTube. Sebagai umat kita perlu gali ilmu agama kita sehingga kita jadi banyak tahu dan faham agama kita sendiri.

Bicaranya meyakinkan, orasinya mengetarkan, bahkan ada yang sampai mengesankan, mengharukan, melarutkan, meruntuhkan hati pemirsa, dengan permainan kata-kata yang indah yang syahdu, dari banyaknya kasus yang umat alami, umat jangan mudah tertipu.

Di Youtube kita tak paham mana srigala mana domba. atau bahkan, bisa jadi kita menemukan srigala berbulu domba.

Seperti halnya para ustad di mimbar yang bicara keras, sindir sana, sindir sini, eh lantas gaya dakwahnya menyampaikan komunikasi satu arah, dia saja yang banyak bicara, yang lain menyimak pikiran liarnya berdakwah suka-suka, menyindir dan berani menyakiti dengan kata-kata, karena sebab ia kuasa bicara apa saja Seperti apa yang kita banyak lihat di chanel Youtube

Lihat kembali sejarah awal bagaimana Islam oleh Nabi di ajarkan dan didakwahkan kepada penduduk Mekkah. Nabi mengajarkannya secara sembunyi, sembunyi, artinya, Nabi menghindari timbulnya kekerasan sejak dari awal, hingga akhirnya Islam banyak dipeluk oleh penduduk Mekkah dan Madinah, tetap Nabi mengedepankan kedamaian, persaudaraan, menghormati kemanusiaan, dan tidak merendahkan kepada mereka yang sudah di taklukan.

Pada Nabi lah kita melihat cara bagaimana Nabi berdakwah. Lantas bagaimana gaya bicaranya : Nabi bicara lemah lembut, pelan-pelan atau tidak tergesa-gesa. Ini sesuai dengan ungkapan, “Tergesa-gesa merupakan perbuatan setan, dan tenang berasal dari Allah.”

Nabi memilih diksi kata yang jelas, kuat artiannya, sehingga bisa dipahami lawan bicara. Salah satu sifat beliau adalah tabligh. Yaitu yang mempunya kemampuan untuk membicarakan sesuatu dengan jelas dan mengena pada hati pendengarnya.

Nabi, bicara dengan perkataan yang tegas. Tidak bertele-tele dan tak ambigu sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman, atau samar difahami oleh lawan bicaranya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.