REFLEKSI| Cara Dakwah Nabi Adalah Berinteraksi

ED
Kamis, 14 Juli 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
REFLEKSI| Cara Dakwah Nabi Adalah Berinteraksi

Maka tak heran, di Indonesia para ustad enggan di sertifikasi, karena takut ketahuan modal pemahaman keagamaan mereka, yang hanya bermodal mampu membangun narasi-narasi kebencian, yang juga ternyata disukai para jamaahnya.

Maka kloplah, gayung bersambut. Jamaah menemukan pujaannya, si ustad menemukan massanya.

Lantas apa yang terjadi ? Pembodohan bukan mencerdaskan.

Menjebak dan masuk perangkaplah umat ! Dakwahnya bukan untuk meluruskan dan memberi kemaslahatan.

Agama bagi ustad seperti itu, agama seperti boneka, bukan pegangan keimanan yang membangun ketaqwaan, tapi alat yang bisa dimanfaatkan, untuk meraih popularitas, meraih kekuasaan, meraih pengaruh, yang akhirnya mereka bak raja kecil yang bahkan gila hormat, perintahnya bagai maklumat, yang harus di ikuti, merasa kebenaran dan surga mereka yang pegang.

Sehingga pantas, pada beberapa kasus seperti kasus Mas Bechi, anak dari Kiai Jombang, pemilik Pondok Pesantren Shiddiqoyah, Kecamatan Ploso, ketika ada kasus hukum yang menimpanya, polisi sebagai aparat penegak hukum, harus sampai kepayahan, pihak keluarganya sulit untuk diajak koperatif, bahkan pihak orang tuanya, si kiainya, mempersulit, melindungi anaknya, yang jelas memiliki kasus hukum yang perlu di klarifikasi.

Baru setelah Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil QOumas yang mencabut izin Ponpes Shiddiqoyah, sang kiainya pun menyerah, dan menghantarkan anaknya untuk di tangkap pihak aparat.

Maka tak heran, kasus mencemarkan Agama bermunculan. Bukan disebabkan dari umat lain, tapi dari dalam kaum muslimnya itu sendiri penyebabnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.