IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI  | Anak Kita

ED
Jumat, 7 Oktober 2022 | 06:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI  | Anak Kita

Oleh Idat Mustari

IMAM Bukhari meninggal tahun 194 H, tetapi namanya sampai hari ini banyak orang islam yang menyebut namanya, itu disebabkan Imam Bukhari punya karya tulis yakni kitab Shahih Bukhari.

Imam Al-Ghazali meninggal tahun 504 H. tetapi namanya sampai hari ini banyak orang Islam yang menyebut namanya, itu disebabkan Imam Al-Ghazali punya karya tulis yakni kitab Ihya Ulumuddin.

Lantas bagaimana dengan kita, yang tak ada satu buku pun kita buat. Kalau pun buat tak sehebat karya para pujangga.

Orang-orang hebat, para pahlawan, namanya dijadikan jalan, sebut saja  Jenderal Ahmad Yani namanya bisa ditemui di tujuh jalan di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Tangerang, Manado, Banjarmasin, dan Banyuwangi. Selain Jenderal Ahmad Yani, pahlawan lain yang namanya paling sering muncul sebagai nama jalan di Indonesia ialah Jenderal Sudirman, Pangeran Diponegoro, Jenderal Gatot Subroto, Tuanku Imam Bonjol, dan Raden Ajeng Kartini.

Lantas bagaimana dengan kita, jangan kan jadi nama jalan besar, gang kecil pun tak ada nama kita.

Ada orang bangun masjid, namanya tertulis  di diding luas masjid, ini masjid wakaf Fulan bin Fulan. Setiap orang yang salat ke masjid itu, tak sengaja membaca tulisan itu.

Lantas bagaimana dengan kita, yang tak sempat bangun masjid atau membangun bangunan apa saja untuk kepentingan kemanusiaan.

Siapa yang akan menyebut nama kita setelah kita meninggalkan dunia ini, tak ada karya atau amal jariah. Hanya satu cara yakni mendidik dan berdoa mohon kepada Allah semoga anak kita jadi anak saleh.

Kalaupun kita meninggalkan dunia ini karena tak popular, tak ada orang lain menyebut nama kita, paling tidak anak kita. Semoga !.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.