REFLEKSI | Allah Sudah Menjauh
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
CIRI MANUSIA yang Allah sudah menjauh darinya adalah, di biarkannya si manusia ini tak mampu mengendalikan lidahnya.
Ketika lidah sudah setajam pedang, maka lidah itu menjadi salah satu alat yang ia gunakan untuk menyakiti, siapapun dengan kata-katanya.
Maka benar fitnah yang datang dari mulut seseorang, sudah seperti sebuah kejahatan pembunuhan...Maka tak heran ada istilah fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
Menjaga lidah merupakan cerminan muslim yang soleh. Pun menjaga lidah merupakan keharusan setiap manusia beragama. Karena manusia beragama, adalah manusia yang tahu diri, untuk apa ia diciptakan, yakni bisa menjaga kebaikan, kedamaian, dan menjaga kerukunan dalam kehidupan.
Islam mengajarkan berbicara lemah lembut, bicara sopan, bicara jujur, dan berbicara yang bisa membuat orang lain bahagia, senang dan tersemangati. Dalam Islam tidak di ajarkan kebencian, pun di Agama lainnya.
Ketika seseorang sudah bicara ngawur, ngelantur, menuduh, memfitnah, bahkan menjudge seseorang bagai manusia terkutuk, misal bagai "Fir'aun," kepada seseorang yang dipundaknya ada amanah sebagai seorang kepala negara, pemimpin bangsa, maka alamat ia berbicara seperti itu kepada amirul mukminin, umara kita, maka lidah si pengucap, sudah bagai pedang tajam, yang menyayat hati para kaum muslimin yang sudah mempercayainya.
Hati-hati dalam berucap, hati-hati dalam bertindak. Ucapan dan tindakan mereka yang sudah menyesat-nyesatkan manusia, membelokan persepsi umat, mencitrakan buruk pada seseorang yang tak pernah menyakitinya, merupakan ciri, setan telah berhasil mengalahkan keimanannya, dan setan telah memenangkan perang atas dirinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!