REFLEKSI | Allah Sudah Menjauh
Dan ketika setan mampu mengendalikan pikiran, hati, dan jiwa manusia tersebut, sehebat apapun gelar yang ia sandang, baik itu sebutannya kiai, ajengan, gus, dan lainnya, maka luruh semua ilmunya, luruh semua kebaikan dalam hidupnya, dan tak berbekas tanda keimanannya, persis seperti hilangnya bekas kesolehan iblis, takala ia tak mau bersujud pada Adam, sebab karena kesombongannya.
Dengan kesombongan, keangkuhan, dan kekejian dari lontaran kata-kata yang berasal dari mulutnya, maka Allah akan menjauhinya, Sebagaimana nanti manusia satu persatu mulai tersadar, setan dalam bentuk manusia, lebih berbahaya dari pada setan yang tak tanpak wujudnya, masyaallah.
Hati-hatilah dalam berbicara, apalagi sosok yang berbicara itu adalah tokoh publik, tokoh terkenal, tokoh yang sebelumnya dikenali karena keluasan ilmu, pengalaman, dan pandangannya.
Setan mudah mengelincirkan manusia, apalagi jika sudah ada bibit sombong dalam dirinya.
Maka menjadi orang yang mampu menjaga lidah, merupakan orang yang akan diselamatkan Allah atas semua fitnah, dan kejelekan dunia.
Nabi tak pernah berbuat fitnah, Nabi tak suka berkata dusta, maka ketika ada manusia dari umat Nabi Muhammad SAW yang sering kali melontarkan kekejian lewat bibirnya, maka ia sudah bukan lagi umat Kanjeng Nabi.
Apa pasalnya ? Karena dia sudah menjauh dari ajaran kebaikan.
Dari ajaran langit yang mengharuskan setiap kata-kata bisa membumi, mampu menyuburkan setiap tanaman hati, hingga hati mampu bersemi, dan hati menjadi tuntunan bagi manusia sejati.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!