REFLEKSI | Akhlak yang Baik
Oleh Idat Mustari
RASA-RASANYA belum cukup seseorang bisa dinilai berahlak baik jika parameternya pas ketemu sedang salat, sedang baca quran, memakai baju gamis atau bersorban.
Bahkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah Saw menjelaskan seorang perempuan yang bukan saja salat wajib tapi juga salat sunah dikerjakan, puasa wajib dan sunah dilakukan tetapi sering menyakiti tetangganya, tempatnya neraka, sebaliknya seorang perempuan yang ibadahnya biasa saja tetapi lisannya terjaga, tempatnya adalah surga.
Sebenarnya Agama itu adalah akhlak yang baik, seperti yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Namun kemudian tema tentang akhlak tidak dianggap menarik dibandingkan membicarakan siapa yang paling shahih dan siapa yang paling bid’ah. Bahkan tanpa sadar ada orang yang menikmati pertengkaran dari perbedaan salat memakai ushali atau tidak, qunut atau tidak.
Cerita nyata tentang bagaimana Nabi Saw saat memasuki pintu Makkah sebagai pemenang, dan mengatakan kepada yang paling menyakitinya, Abu Sufyan. Nabi Saw berseru kepada penduduk Makkah: "Barangsiapa masuk ke dalam Masjidil Haram, dia akan dilindungi. Barangsiapa masuk ke dalam rumah Abu Sufyan, dia akan dilindungi," seru Rasulullah. (man dakhola daaro abi sufyaan fahuwa aamin).
Inilah bukti akhlak Nabi Saw, yang hadir ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia. Begitupun kisah seperti ini, bukanlah sekedar sebuah kisah, melainkan untuk jadi contoh bagi umatnya.
Akhirnya ijinkan aku menutup dengan doa :
اَللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!