REFLEKSI | Agama Kedamaian
Taqwa dalam tataran pergaulan, dan bermasyarakat, di semua lingkup sosial dalam lapisan-lapisan kehidupan baik berbangsa maupun dalam pergaulan antar bangsa, merupakan pesan Tuhan yang paling nyata, bahwa taqwa itu tak semata hanya untuk Tuhan saja ia berkhidmat, namun juga taqwa membangun jiwa kemanusiaan, keadilan, kesalehan sosial yang perannya nyata, harus ada, dalam kehidupannya di dunia.
Jadi ketika ada manusia mengaku bertaqwa, namun dalam berpandangan kehidupan beragamanya sempit, hanya bergaul secara eksklusif dalam satu golongan agamanya saja, kelompoknya saja, ia belum bisa dikatakan bertaqwa.
Apa sebabnya ? Sebab, ia sebagai manusia beragama belum teruji iman dan kesalehan sosialnya, seperti apa yang difirmankan Allah SWT pada surat Al Hujurat, ayat 13, yang ditujukan kepada manusia, khususnya Muslim, untuk bisa saling mengenali manusia dengan perbedaan ras, suku, agama, dan warna kulitnya.
Yang Allah Puji, karena ketaqwaan, ketika ia mengedepankan ketaqwaan sosial yang menandakan keimanan kita pada Allah.
Mengaku beriman dan taqwa ini berkaitan dengan sikap mental, pandangan yang mendalam, dan keyakinan yang teruji dan terukur dalam pergaulan sosialnya...ingat pesan Nabi, bahwa manusia yang terbaik itu adalah manusia yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (H.R. Bukhari).
Alhamdulillah, pandangan keimanan dan ketaqwaan kita dilandasi oleh wajibnya terbangun kebermanfaatan diri, seperti apa yang Nabi sampaikan. Dan kebermanfaat diri pun harus sampai dirasa oleh orang lain, baik dalam tataran pergaulan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan pergaulan antar bangsa, inilah bentuk dari kualitas terbaik kadar keimanan dan ketaqwaan kita, sehingga bisa menunjukkan keutamaan paling depan, bagi perannya, sebagai perekat, pemersatu, dan pemberi kedamaian bagi seluruh umat beragama, dalam beragam kepercayaan yang berbeda, semoga kita mampu dan diberi kekuatan untuk itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!