REFLEKSI | Agama Kedamaian
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
DARI perhelatan Religion of Twenty (R20) yang diselenggarakan di Bali, dengan dihadiri 200 lebih pemimpin keagamaan, serta politik, terkemuka di dunia, terlihat semangat yang luhur menempatkan agama sebagai bingkai keadaban, kesalehan, keberkahan, dan pemberi spirit kedamaian. Sehingga Nahdatul Ulama sebagai penggagas R20, mengajak seluruh elemen agama-agama di dunia untuk membicarakan problem-problem agama, hingga menemukan jalan keluarnya, dengan bersama-sama duduk dalam satu forum, yang akan menghasilkan poin penting cara dalam menyelesaikan problem-problem masalah global agama secara bersama.
Forum R20 ini digelar sebagai rangkaian acara dalam rangka Peringatan Harlah 1 Abad NU dengan mengusung tema 'Mendigdayakan Nahdlatul Ulama, Menjemput Abad Kedua, Menuju Kebangkitan Baru'.
Melihat apa yang menjadi wacana, dan keberhasilan forum R20 mengangkat permasalahan yang dirasa secara global, terkait problem yang hampir ada di seluruh agama-agama dunia, hingga spirit keluhuran agama kembali menduduki singgasana moral yang tinggi, untuk menempatkan agama pada ruang publik, bukan di ruang privat yang ekslusif, sehingga akan kuat kesan agama sebagai pembangun keluhuran budi pekerti, kesantunan sosial, kesalehan sosial, akan dirasa seluruh pemeluk agama, dan secara bersama-sama nantinya, akan diperjuangkan spirit agama sebagai pemberi kedamaian, bukan lagi suatu ancaman.
Bersyukurlah kita masih menemukan para pemuka-pemuka agama yang bisa memiliki pandangan luhur pada agamanya, dan juga agama, kepercayaan dari orang lain di luar dirinya.
Manusia beragama akan memandang sisi spiritual yang berbeda sebagai suatu rahmat, atas keberagaman agama, kepercayaan, pandangan agama, yang harus ia kenali, sebagai bentuk ajaran Allah yang mengharuskan manusia untuk saling mengenali dan menumbuhkan sifat kasih sayangnya, yang Allah uji sifat keberagamaan kita itu, dalam pergaulan bersama dengan mereka yang berbeda keyakinannya.
Maka tegas Allah memberi petunjuk, dalam Al Qur'an surat Al Hujurat ayat 13, " Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!