REFLEKSI | Adab Lebih Tinggi dari Ilmu
Dengan adab, dari mana sumber ilmu yang kita dapatkan, akan selalu kita syukuri, perilaku dari murid yang baik, tidak akan pernah melupakan jasa para gurunya, dan atas wasilah mereka itulah, ia akan selalu mengenang jasa-jasa para gurunya.
Adab lebih tinggi dari ilmu ini juga, pernah di singgung oleh Syeh Abdul Qodir Al Jaelani dalam pernyataannya yang termasyhur, "Aku lebih menghargai orang yang beradab, dari pada orang yang berilmu, kalau hanya berilmu, iblis pun lebih tinggi ilmunya dari pada manusia".
Adab dalam berilmu, menjadikan siapapun akan naik nilai derajatnya, ilmu mudah dicari, dan gampang dipelajari, namun adab adalah perilaku yang berkaitan dengan kebeningan hati, dan kecerdasan pikiran, sehingga ketika keduanya menjadi "klik," menyatu, maka ia dikuatkan oleh para malaikat, dan ilmunya ada dalam naungan keberkahan, dan bermanfaat ilmunya.
Dan ilmu yang berkah, bermanfaat, menjadikannya mulia, mulia bukan karena ilmu yang banyak, namun mulia karena adabnya yang membumi, dan perilakunya yang menghormati orang lain.
Ilmu membuka kecerdasan, dan adab membuka kemuliaan, ketika adab di pakai untuk mencari ilmu, maka kecerdasannya menghantar pada kemuliaan, dan kemuliaan itu menghantar pada ridhoNya.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!