Ratusan Santri di Sukabumi Alami Pusing Hingga Muntah, Diduga Keracunan

Desi Rossilawati Andri Somantri
Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:54 WIB
Bagikan
Ratusan Santri di Sukabumi Alami Pusing Hingga Muntah, Diduga Keracunan

Santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, diduga mengalami keracunan makanan./visi.news/Andri.

VISI.NEWS - Ratusan santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, diduga mengalami keracunan makanan. Mereka mengalami mual, muntah hingga merasakan sakit perut.

Pihak ponpes menyatakan, jumlah santri yang mengalami dugaan keracunan mencapai 134 orang. Mereka terdiri dari santri SMP, SMA serta seorang asatidz atau dewan ustadz.

“Jadi totalnya 134, terdiri dari santri SMP, santri SMA dan satu orang asatidz atau dewan ustadz,” kata pengasuh pondok pesantren Faid Fauzan.

Faid menuturkan, kejadian tersebut bermula pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, sejumlah santri mulai mengeluhkan pusing. Selanjutnya pada Jumat malam, banyak santri yang muntah serta merasakan mules.

Pada Sabtu (15/8/2026) subuh, semakin banyak santri yang muntah-muntah. Pihak pondok pesantren kemudian membawa para santri ke Puskesmas Cikundul untuk mendapatkan penanganan medis.

Karena jumlah santri yang sakit terus bertambah, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Al-Mulk dan sebagian lainnya ke RSUD R Syamsudin SH atau RS Bunut.

“Setelah halaqoh subuh, kami mendapati banyak santri yang muntah-muntah. Mencuatnya setelah subuh, jadi kami bawa beberapa anak yang sudah muntah-muntah, pusing, ke puskesmas. Puskesmas menganjurkan kami ke IGD RSUD Al-Mulk, tapi karena jumlahnya semakin bertambah sehingga Al-Mulk menyarankan untuk dibawa sebagian ke Bunut,” ujar Faid.

Menurut Faid, sebelum mengalami gejala tersebut, para santri sempat menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan tersebut disantap para santri setelah melaksanakan salat Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, pihak pondok pesantren belum dapat memastikan apakah makanan tersebut menjadi penyebab para santri mengalami sakit.

“Kami menegaskan bahwa kasus ini belum tentu keracunan. Anak-anak sakit dengan gejala muntah-muntah memang mengarah kepada keracunan, tapi belum dirilis secara resmi dari rumah sakit bahwa ini adalah keracunan. Saya juga mengimbau tidak mengerucutkan atau mengarahkan dugaan kepada keracunan MBG,” ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi telah mengambil sisa makanan yang dikonsumsi santri, untuk diperiksa di laboratorium. Termasuk sisa makanan dari MBG yang disajikan pada hari Jumat itu.

“Menunya di samping nasi, lauknya ada tiga, yang pertama tumis sayur pakcoy, balado telur ceplok, kemudian orek tempe, semua diperiksa. Ada satu item lagi, susu kemasan,” pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.