Ratusan Pedagang Pasar Banjaran Sampaikan Aspirasi ke Bupati Bandung, Tak Ada Teriakan Apalagi Hujatan

ED
Selasa, 20 Juni 2023 | 16:31 WIB
Bagikan
Ratusan Pedagang Pasar Banjaran Sampaikan Aspirasi ke Bupati Bandung, Tak Ada Teriakan Apalagi Hujatan

VISI.NEWS | SOREANG - Meski merasa sangat dirugikan dengan terhambatnya revitalisasi Pasar Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, namun ratusan perwakilan pedagang yang menyampaikan aspirasinya ke Bupati Bandung, Selasa (20/6/2023), dilakukan dengan sikap dewasa dan tertib. Tak ada teriakan-teriakan apalagi menghujat dari para pedagang yang mendukung revitalisasi Pasar tersebut.

Kehadiran mereka diterima Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna di Gedung Moh. Toha, Komplek Pemkab Bandung, di Soreang. Tampak hadir mendampingi bupati antara lain Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Dicky Anugrah, Camat Banjaran Kasta Wiguna dan pejabat lainnya.

"Kami menyadari beberapa orang saudara kita yang menolak atau minta menunda revitalisasi Pasar Banjaran itu kan saudara kita juga. Mungkin mereka pemahamannya belum seperti mayoritas pedagang. Semoga dalam waktu dekat, mereka pun segera bisa bersikap seperti kita semua," ungkap H. Asep Anwar, salah seorang perwakilan pedagang.

Pedagang sendal ini mengungkapkan, ia dan mayoritas pedagang lainnya sangat percaya pemerintah daerah tidak akan mungkin menyengsarakan rakyatnya. "Kota Banjaran itu kan harus lebih baik tata kotanya, maka pemerintah melakukan revitalisasi ini selain agar Kota Banjaran lebih baik, perekonomian warga Banjaran juga bakal lebih baik, begitu juga pedagang, " ungkap Asep.

Namun ia tidak akan menyalahkan sejumlah kecil pedagang yang masih belum mau pindah. Meski demikian mereka berharap, para beberapa pedagang lainnya yang belum pindah, untuk segera bergabung di Tempat Pedagang Berpindah Sementara (TPBS).

Hingga hari ini, jumlah pedagang di Pasar Banjaran yang sudah mengambil kunci kios/los di TPBS untuk pedagang eksisting dan pedagang kaki lima (PKL) sebanyak 1.462 pedagang atau 90 persen pedagang, dari yang disediakan kios/los di TPBS sebanyak 1.690 unit.

Dalam penyampaian aspirasi yang dipandu Kepala Disdagin Diki Anugrah itu Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menyampaikan bebebrapa hal penting berkaitan dengan revitalisasi pasar di Kabupaten Bandung. Antara lain sebagai berikut:

Meningkatkan aksesibilitas

Kepada para perwakikan pedagang, Bupati Bandung mengatakan bahwa dengan merevitalisasi pasar menjadi pasar modern, pemerintah berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan. "Pasar modern biasanya menawarkan fasilitas yang lebih baik, seperti fasilitas parkir, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan sistem pembayaran yang lebih efisien. Hal ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan barang dan jasa yang mereka butuhkan, " ujar bupati.

Peningkatan kualitas produk

Selain itu, kata bupati, pasar modern sering kali menawarkan produk dengan standar kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasar tradisional. "Dengan merevitalisasi pasar, pemerintah berharap dapat mendorong peningkatan kualitas produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Hal ini tidak hanya memberikan kepuasan konsumen yang lebih baik, tetapi juga dapat membantu pelaku usaha lokal untuk bersaing dengan produk impor, " ujarnya.

Peningkatan pendapatan pelaku usaha

Pasar modern, kata bupati, juga dapat memberikan peluang bisnis yang lebih baik bagi para pelaku usaha. "Dengan fasilitas dan infrastruktur yang ditingkatkan, pasar modern cenderung menarik lebih banyak pengunjung, baik dari segi jumlah maupun profil konsumen. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mereka, " katanya.

Peningkatan kesejahteraan masyarakat

Kepada para pedagang bupati juga mengatakan bahwa salah satu tujuan utama revitalisasi pasar menjadi pasar modern adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. "Dengan meningkatkan aksesibilitas, kualitas produk, dan pendapatan pelaku usaha, diharapkan dapat tercipta ekosistem ekonomi yang lebih baik. Ini bisa berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan kesejahteraan secara umum," jelas Bupati Dadang.

Meningkatkan daya tarik wisata

Pasar modern yang direvitalisasi dengan baik juga dapat berperan sebagai objek wisata yang menarik. Pasar dengan tata letak yang menarik, desain yang menawan, dan pengalaman belanja yang menyenangkan dapat menarik wisatawan baik lokal maupun internasional. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan mendorong pertumbuhan pariwisata di daerah tersebut.

"Tujuan tersebut juga bisa melibatkan aspek sosial, budaya, dan lingkungan yang lebih luas untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat secara menyeluruh," paparnya.

Program revitalisasi ini tidak bisa ditunda karena sudah menjadi program pemerintah sehingga secepatnya sesuai dengan timeline akan segera dibangun.

"Adapun untuk masyarakat pedagang yang kontra sedang diupayakan langkah persuasif dan akan/sedang dimediasi, " ungkap Bupati.

"Pemerintah Kab. Bandung akan hadir dengan cara yang adil, " pungkasnya.

@mpa/asa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.