Rasulullah Tak Pernah Kencing Sambil Berdiri, Ini Dalilnya
Hadis riwayat Sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu di atas tidaklah bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Hadis ‘Aisyah menceritakan mayoritas keadaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika beliau buang kecil. Sedangkan hadis Sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah buang air kecil sambil berdiri dalam sebagian kondisi (keadaan). Para ulama menjelaskan bahwa perbuatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut menunjukkan bolehnya buang air kecil sambil berdiri. Atau ketika itu tidak memungkinkan bagi beliau untuk buang air kecil sambil Jongkok.
Terdapat dua syarat ketika buang air kecil sambil berdiri, yaitu: 1. Aman dari terkena percikan air kencing 2. Aman dari dilihat orang lain.
Bagaimana dengan tempat buang air kecil sambil berdiri (urinoir) yang terdapat di fasilitas umum? Sering kita jumpai tempat buang air kecil sambil berdiri (urinoir) yang disediakan di fasilitas umum, dalam kondisi berjejer di toilet dan disediakan untuk kaum laki-laki. Fasilitas semacam ini tentu bermasalah, karena belum memenuhi persyaratan ke dua.
Di antara adab yang perlu diperhatikan ketika buang air kecil adalah menjauh dari pandangan orang lain. Yang menjadi kewajiban adalah menjaga tertutupnya aurat, dan disunnahkan (dianjurkan) untuk menutupi semua anggota badan dari pandangan orang lain.
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Ja’far radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
أَرْدَفَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ خَلْفَهُ. فَأَسَرَّ إِلَيَّ حَدِيثًا لَا أُحَدِّثُ بِهِ أَحَدًا مِنَ النَّاسِ وَ كَانَ أَحَبَّ مَا اسْتَتَرَ بِهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَاجَتِهِ، هَدَفٌ أَوْ حَائِشُ نَخْلٍ. قَالَ ابْنُ أَسْمَاءَ فِي حَدِيثِهِ: يَعْنِي حَائِطَ نَخْلٍ
“Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memboncengku di belakangnya, lalu beliau membisikkan satu hadis yang tidak aku ceritakan kepada seorang pun. Dan sesuatu yang paling disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk dijadikan sebagai penghalang ketika buang hajat adalah bukit pasir atau rerimbunan pohon kurma.” Ibnu Asma’ berkata, “Yaitu (semacam) pagar dari pohon kurma.” (HR. Imam Muslim no. 342)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!