Raphinha Kritik Logika Ballon d’Or Usai Terpental dari Empat Besar
VISI.NEWS|BANDUNG -Kekecewaan menyelimuti Raphinha setelah hanya finis di peringkat kelima dalam pemungutan suara Ballon d’Or 2025. Winger Barcelona itu menilai hasil akhir tidak mencerminkan kontribusi dan konsistensi performanya sepanjang musim, sekaligus mempertanyakan cara penilaian penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola.
Dalam perhitungan suara, Raphinha mengoleksi 620 poin, tertinggal dari Mohamed Salah, Vitinha, Lamine Yamal, serta pemenang Ballon d’Or Ousmane Dembele. Padahal, ia menjadi figur sentral di balik keberhasilan Barcelona menyapu bersih treble domestik musim 2024/2025.
Raphinha terlibat langsung dalam 60 gol Barcelona dengan rincian 34 gol dan 26 assist. Catatan tersebut melampaui kontribusi rekan setimnya, termasuk Lamine Yamal yang finis sebagai runner-up Ballon d’Or.
“Aku merasa kesal. Aku berharap lebih. Aku mengira akan berada setidaknya di peringkat tiga besar,” ujar Raphinha.
Ia menilai bobot besar Liga Champions dalam penilaian Ballon d’Or membuat performa di kompetisi lain seakan terpinggirkan, meski kontribusinya konsisten sepanjang musim.
“Aku tahu bahwa memenanginya akan sulit karena Liga Champions kan bobotnya besar, jadi aku kesal dengan posisi akhirku. Namun, aku paham bahwa itu melibatkan banyak sekali hal yang enggak bisa kukendalikan,” katanya.
Meski kecewa, pemain berusia 29 tahun itu menegaskan bahwa pencapaian pribadinya bersama Barcelona tidak akan terhapus oleh hasil voting.
“Apa yang bisa kukatakan adalah aku sangat puas dengan musim yang telah kujalani, dan tidak ada penghargaan individu yang akan menghapus apa yang sudah kulakukan pada musim lalu,” ujar Raphinha.
Saat diminta menyebutkan siapa yang layak berada di tiga besar Ballon d’Or, Raphinha tanpa ragu menempatkan dirinya sendiri di posisi puncak. Ia menilai penghargaan individu seharusnya melihat keseluruhan musim, bukan terpaku pada satu kompetisi.
“Aku secara pribadi, aku akan menempatkan diriku sendiri di posisi pertama. Pemahamanku adalah sebuah penghargaan individu bukannya berdasarkan pada satu kompetisi saja,” ucapnya.
“Berdasarkan hal itu, kurasa aku pantas di tempat pertama atas apa yang sudah dilakukan di sepanjang musim, untuk titel-titel juara yang kumenangi, untuk angka-angka yang sudah kucapai, dan untuk segalanya yang sudah kuberikan di atas lapangan. Kurasa aku pantas menang,” kata Raphinha.
Pernyataan terbuka ini menambah daftar kritik terhadap sistem penilaian Ballon d’Or, sekaligus menegaskan ambisi Raphinha untuk terus membuktikan diri di level tertinggi.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!