Rapat Kerja Nasional IA ISBI Bandung Digelar di Pendopo Mundinglaya
ED
Editor
M Purnama Alam
Minggu, 22 Desember 2024 | 06:02 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Rapat Kerja Nasional (Raker) Ikatan Alumni ISBI Bandung (IA ISBI) yang pertama telah berlangsung sukses di Pendopo Mundinglaya, Sabtu (21/12/24). Raker ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai daerah yang tergabung dalam Korwil (Koordinator Wilayah), sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antar alumni dan merumuskan program kerja untuk IA ISBI ke depan.
Ketua Pelaksana Raker Nasional IA ISBI, Wendry Ilhamsyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia berharap Raker ini dapat menghasilkan program-program yang bermanfaat bagi perkembangan IA ISBI dan alumni ISBI Bandung. "Semoga melalui raker ini, kita dapat melahirkan ide-ide baru yang mendukung keberlanjutan IA ISBI," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IA ISBI Irwan Guntari juga memberikan sambutan hangat. Ia menegaskan bahwa IA ISBI siap melihat masa depan dan fokus pada kemajuan tanpa terjebak pada masa lalu. "Kami tidak akan melihat ke belakang. IA ISBI harus terus maju, siap menjadi agen pemajuan kebudayaan," ujarnya. Irwan juga berbagi pengalaman mengenai undangan yang diterimanya untuk hadir dalam acara Kibar Budaya dan Anugerah Budaya di Tasikmalaya, yang sebagian besar panitianya adalah alumni STSI.
Irwan juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, untuk mendukung peran alumni ISBI sebagai agen kebudayaan. "Di setiap pertemuan dengan pejabat manapun, saya selalu menegaskan bahwa alumni ISBI tersebar di seluruh Indonesia dan siap bersinergi untuk memajukan kebudayaan," ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Een Herdiani, salah satu penasehat IA ISBI, juga menyampaikan pandangannya tentang acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya Raker IA ISBI yang pertama ini. "Saya memang belum bisa menjadi penasehat yang sempurna, namun saya terus mengikuti perkembangan IA ISBI melalui berbagai media, termasuk grup WhatsApp alumni," katanya.
Prof. Een juga menambahkan pentingnya dukungan dari Kementerian Kebudayaan dalam memajukan kebudayaan di Indonesia. "Keberadaan Kementerian Kebudayaan memberi harapan besar bagi kita. Dengan kerja sama yang kuat antara IA ISBI dan kementerian, kita dapat mewujudkan agenda pemajuan budaya yang lebih terstruktur dan terkoordinasi," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran alumni ISBI dalam mendukung perkembangan ISBI Bandung sebagai lembaga kebudayaan yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat dan pemerintah. "Para alumni adalah kekuatan utama dalam menguatkan ISBI sebagai agen pemajuan kebudayaan. Kehadiran mereka sangat penting untuk keberhasilan program-program ke depan," ujarnya.
Sebagai penutup, Prof. Een mengajak semua peserta untuk tetap optimis dan bekerja sama untuk memajukan IA ISBI. "Raker ini harus menghasilkan produk konkret yang dapat direalisasikan. Mari kita semua bekerja bersama untuk memajukan ISBI dan IA ISBI, karena keduanya saling membutuhkan untuk terus berkembang," ungkapnya.
@bambang melga suprayogi
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IA ISBI Irwan Guntari juga memberikan sambutan hangat. Ia menegaskan bahwa IA ISBI siap melihat masa depan dan fokus pada kemajuan tanpa terjebak pada masa lalu. "Kami tidak akan melihat ke belakang. IA ISBI harus terus maju, siap menjadi agen pemajuan kebudayaan," ujarnya. Irwan juga berbagi pengalaman mengenai undangan yang diterimanya untuk hadir dalam acara Kibar Budaya dan Anugerah Budaya di Tasikmalaya, yang sebagian besar panitianya adalah alumni STSI.
Irwan juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, untuk mendukung peran alumni ISBI sebagai agen kebudayaan. "Di setiap pertemuan dengan pejabat manapun, saya selalu menegaskan bahwa alumni ISBI tersebar di seluruh Indonesia dan siap bersinergi untuk memajukan kebudayaan," ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Een Herdiani, salah satu penasehat IA ISBI, juga menyampaikan pandangannya tentang acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya Raker IA ISBI yang pertama ini. "Saya memang belum bisa menjadi penasehat yang sempurna, namun saya terus mengikuti perkembangan IA ISBI melalui berbagai media, termasuk grup WhatsApp alumni," katanya.
Prof. Een juga menambahkan pentingnya dukungan dari Kementerian Kebudayaan dalam memajukan kebudayaan di Indonesia. "Keberadaan Kementerian Kebudayaan memberi harapan besar bagi kita. Dengan kerja sama yang kuat antara IA ISBI dan kementerian, kita dapat mewujudkan agenda pemajuan budaya yang lebih terstruktur dan terkoordinasi," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran alumni ISBI dalam mendukung perkembangan ISBI Bandung sebagai lembaga kebudayaan yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat dan pemerintah. "Para alumni adalah kekuatan utama dalam menguatkan ISBI sebagai agen pemajuan kebudayaan. Kehadiran mereka sangat penting untuk keberhasilan program-program ke depan," ujarnya.
Sebagai penutup, Prof. Een mengajak semua peserta untuk tetap optimis dan bekerja sama untuk memajukan IA ISBI. "Raker ini harus menghasilkan produk konkret yang dapat direalisasikan. Mari kita semua bekerja bersama untuk memajukan ISBI dan IA ISBI, karena keduanya saling membutuhkan untuk terus berkembang," ungkapnya.
@bambang melga suprayogi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!