Ranny Fahd Soroti Target Sektor Informal hingga Transparansi Data BPJS Ketenagakerjaan
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, menyoroti sejumlah tantangan strategis yang dihadapi BPJS Ketenagakerjaan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (07/04/2026).
Dalam RDP tersebut, Ranny menekankan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam melindungi pekerja sektor informal dan kelompok rentan.
Ranny mempertanyakan target kuantitatif kepesertaan sektor informal dalam lima tahun ke depan. Ia menilai BPJS Ketenagakerjaan belum menyampaikan angka yang jelas terkait perluasan kepesertaan di sektor tersebut.
“Tanpa angka target yang pasti, tentu akan kesulitan mengukur keberhasilan program,†ujarnya.
Politisi Partai Golkar tersebut juga meminta penjelasan mengenai strategi konkret untuk meningkatkan kepatuhan pekerja informal yang selama ini dinilai masih rendah.
Selain itu, Ranny menyoroti kinerja pelayanan klaim. Ia meminta BPJS Ketenagakerjaan memaparkan indikator waktu penyelesaian klaim serta persentase klaim yang masih bermasalah atau tertunda. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kualitas layanan kepada peserta tetap optimal.
Terkait program Return to Work, dari total 2.373 penerima manfaat, Ranny meminta data berapa persen peserta yang benar-benar kembali bekerja secara produktif.
"Keberhasilan program BPJS Ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari penyelesaian program, tetapi dari dampak nyata terhadap keberlanjutan pekerjaan peserta," tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!