Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026

Ranny Fahd Soroti Target Sektor Informal hingga Transparansi Data BPJS Ketenagakerjaan

Desi Rossilawati
Selasa, 7 April 2026 | 16:54 WIB
Bagikan
Ranny Fahd Soroti Target Sektor Informal hingga Transparansi Data BPJS Ketenagakerjaan

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, menyoroti sejumlah tantangan strategis yang dihadapi BPJS Ketenagakerjaan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (07/04/2026).

Dalam RDP tersebut, Ranny menekankan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam melindungi pekerja sektor informal dan kelompok rentan.

Ranny mempertanyakan target kuantitatif kepesertaan sektor informal dalam lima tahun ke depan. Ia menilai BPJS Ketenagakerjaan belum menyampaikan angka yang jelas terkait perluasan kepesertaan di sektor tersebut.

“Tanpa angka target yang pasti, tentu akan kesulitan mengukur keberhasilan program,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar tersebut juga meminta penjelasan mengenai strategi konkret untuk meningkatkan kepatuhan pekerja informal yang selama ini dinilai masih rendah.

Selain itu, Ranny menyoroti kinerja pelayanan klaim. Ia meminta BPJS Ketenagakerjaan memaparkan indikator waktu penyelesaian klaim serta persentase klaim yang masih bermasalah atau tertunda. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kualitas layanan kepada peserta tetap optimal.

Terkait program Return to Work, dari total 2.373 penerima manfaat, Ranny meminta data berapa persen peserta yang benar-benar kembali bekerja secara produktif.

"Keberhasilan program BPJS Ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari penyelesaian program, tetapi dari dampak nyata terhadap keberlanjutan pekerjaan peserta," tegasnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.