IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Ranah Ilmiah vs Doktrin: Mencari Kebenaran di Antara Tradisi dan Bukti

ED
Jumat, 24 Mei 2024 | 18:54 WIB
Bagikan
Ranah Ilmiah vs Doktrin: Mencari Kebenaran di Antara Tradisi dan Bukti

Oleh Ust. Wijaya Akbar, S.H.

DALAM dunia intelektual Islam, terutama di jalur pendidikan formal, tugas akhir seperti skripsi, tesis, dan disertasi memiliki bobot masalah dan penelitian ilmiah yang kaya dengan referensi utama, narasumber valid, dan data autentik. Gelar akademik seperti MA (Master of Art) menjadi simbol pencapaian dalam bidang ilmu.

Baru-baru ini, sebuah tesis telah menggugat keabsahan klaim keturunan Ba'Alawi Yaman sebagai durriyah Nabi. Ini merupakan topik yang kompleks dan sering kali tidak dipahami oleh kalangan awam, mengingat kebutuhan untuk memahami kitab-kitab tarikh, nasab, pandangan ulama, dan seluk-beluk klan Ba'Alawi, termasuk kontroversi yang ada di dalam umat dan uji genetika.

Kajian ilmiah sejati adalah tentang menemukan kebenaran apa adanya, tanpa prasangka, tanpa tendensi tertentu, dan tanpa husnudzon atau sebaliknya. Kebenaran harus berdiri di atas segala pembenaran, bukan menjadi rancu dan murokab (teori keraguan). Di Timur Tengah, negara-negara Islam telah mulai mengungkap kerancuan klaim klan Ba'Alawi.

Di Indonesia, kalangan struktural seperti PBNU telah mulai mempelajari dan menilai tesis dari ulama KH Imaduddin Utsman asal Banten. Diperlukan sosok yang cerdas, berintegritas, waras, dan ikhlas untuk memahami ilmu sejarah, ilmu nasab, dan mampu membaca serta memahami kitab-kitab nasab secara regenerasi, termasuk kontroversi dan kerancuannya.

Namun, di era media sosial, postingan sering kali hanya menambah kerancuan, kebencian, dan cinta buta, yang menjauhkan dari keilmiahan. Ranah yang seharusnya menjadi domain para ahli ilmu, malah menjadi konsumsi khalayak awam, sehingga menimbulkan polemik nasional. Para ahli ilmu seharusnya menyikapi tesis dengan antitesis, bukan dengan fatwa dan cibiran. Jika data dihadapkan dengan data, akademisi dengan akademisi, dan ilmiah dengan ilmiah, maka umat akan terlibat dalam diskusi yang mendalam dan mendulang khazanah keilmuan, bukan menjadi ladang penyebaran kebencian dan arogansi.

Semoga pemerintah dan instansi terkait dapat menjadi penengah atas masalah ini, demi kemaslahatan bangsa, negara, dan umat. Mari kita doakan bersama agar masalah ini dapat terselesaikan demi kemaslahatan umat, bangsa, dan agama. Aamiin.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.