RAMADANAN | Teguran Nabi untuk Orang yang Membebani Umat
يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ، فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ، فَإِنْ كَانُوا فِي السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً، فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا، وَلَا يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِهِ وَلَا يَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ
Artinya, “Orang yang berhak menjadi imam (shalat) adalah yang paling menguasai bacaan Al-Quran. Jika dalam bacaan kapasitasnya sama, maka yang paling tahu terhadap sunnah (hadits). Jika dalam sunnah kapasitasnya sama, maka yang paling dulu hijrah. Jika dalam hijrah sama, maka yang pertama-tama masuk Islam, dan jangan seseorang mengimami seseorang di daerah wewenangnya, dan jangan duduk di rumah seseorang di ruang tamunya, kecuali telah mendapatkan izin darinya.” (HR Muslim).
Dalam memahami hadits ini, sejumlah ulama menyimpulkan, termasuk Syekh Ahmad bin Naqib al-Mishri dalam ‘Umdatus Sālik, urutan dalam menunjuk imam shalat adalah pertama orang yang paling menguasai ilmu agama, kemudian yang paling memahami bacaan Al-Qur’an, lalu orang yang paling wara’ (menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan), disusul orang yang lebih dulu hijrah dan putranya.
Kemudian orang yang lebih dulu masuk Islam, orang yang bernasab mulia, orang yang memiliki riwayat hidup baik, orang yang paling memiliki kesan baik di tengah masyarakat, orang yang paling bersih, orang yang suaranya paling merdu, dan urutan terakhir orang yang paling tampan. (Ahmad bin Naqib al-Mishri, ‘Umdatus Sālik, (Maktabah Syamilah).
Prinsip Memudahkan Salah satu prinsip agama Islam adalah tidak memberatkan umat. Hal ini sudah Rasulullah ﷺ terapkan dan ajarkan kepada para sahabat sejak beliau memulai dakwahnya. Oleh sebab itu, kita tidak asing adanya beberapa riwayat yang mengisahkan Nabi menegur para sahabat karena berlebihan dalam beribadah tetapi sebenarnya memberatkan diri sendiri bahkan orang lain. Banyak sekali hadits-hadits Nabi yang menegaskan prinsip ini. Salah satunya adalah sabda Rasulullah berikut,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!