RAMADANAN | Dimakamkan di Kawasan Candi Cangkuang, Siapakah Syekh Arief Muhammad?
Untuk mengetahui masa hidup beliau, karena Mbah Dalem Arief Muhammad masih keturunan Rasulullah saw, melalui silsilahnya kami membandingkannya dengan keturunan Rasulullah yang lain juga menjadi Imam besar bagi para pengikut ajaran keluarga nabi pada masanya, yaitu Imam Muhammad al Jawad yang hidup tahun 817 M-842 M.
Berikut adalah urutan perkiraan tahun dari nama yang kami peroleh dari silsilah Dalem Arif Muhammad di atas : 1. Muhammad Rasulullah SAW (570 - 632 M) 2. Fatimah (605 - 632 M) + Sayidina Ali Kw (600 - 661M) 3. Imam Husen (625 M - 681 M) 4. Syekh Jenal Abidin atau Imam Ali Zaenal Abidin (658 - 713 M) 6. Syekh Mashur (salah seorang putra dari Imam Ali Zaenal Abidin, hidup satu masa dengan Imam Muhammad al Bagir-juga salah seorang putra Imam Ali Zaenal Abidin yang hidup pada tahun 676 - 732 M) 7. Syekh Masajid (satu masa dengan putra Imam Muhammad al Bagir ; Imam Ja’far as Shadiq yang hidup pada tahun 702 - 765 M) 8. Sulthan Arif (satu masa dengan putra Imam Ja’far as Shadiq ; Imam Musa al Kadhim yang hidup pada tahun 750 - 805 M) 9. Sulthan Syekh Maulana Maghribi (satu masa dengan putra Imam Musa al Kadhim ; Imam Ali ar Ridho yang hidup pada tahun 770 M-825 M) 10. Sultan Arif Muhammad (satu masa dengan putra Imam Ali ar Ridho; Imam Muhammad al Jawad yang hidup pada tahun 817 - 842 M.
Selain makam Arif Muhammad, di Kampung Pulo ini juga terdapat ratusan makam kuno lain yang tersebar di berbagai wilayah di Kampung Pulo ini. Dan seperti pada umumnya pemakaman pada masa itu, setiap makam memiliki bangunan makam atau cungkup makam yang berbentuk persis sama dengan yang kita kenal sebagai Candi sekarang.
Bangunan makam atau cungkup makam ini pada umumnya terbuat dari bata atau batu andesit atau yang lebih dikenal dengan batu candi atau batu alam yang terdapat di sekitar lokasi makam.
Penduduk nusantara pada masa lalu adalah bangsa yang sangat menghargai leluhurnya. Meskipun nenek moyang mereka telah berpulang, mengunjungi makam atau berziarah ke makam leluhur adalah suatu ritual istimewa yang diselenggarakan dari mulai golongan para pemimpin hingga rakyat biasa, tradisi ini melambangkan tradisi ajaran Millah Ibrahim atau agama Brahmanik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!