Ramadan, Musim Doa Mustajab
Artinya: “Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” (HR. Ibnu Hibban). Doa saat sahur, ketika berpuasa, dan menjelang berbuka menjadi momen istimewa yang tidak boleh disia-siakan.
Allah SWT juga menegaskan kedekatan-Nya dengan hamba-hamba-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۗ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” Ayat ini menjadi penegas bahwa Ramadan adalah waktu terbaik merasakan kedekatan spiritual dengan Allah.
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada hadirnya malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, pintu ampunan dan rahmat terbuka luas. Rasulullah SAW bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنا تَبارَكَ وتَعالَى كُلَّ لَيْلةٍ إلى السَّماءِ الدُّنْيا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، يقولُ: مَن يَدْعُونِي، فأسْتَجِيبَ له؟ مَن يَسْأَلُنِي فأُعْطِيَهُ؟ مَن يَستَغْفِرُني فأغْفِرَ له؟
Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam ketika sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari).
Dengan segala keutamaannya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang memperkuat hubungan dengan Allah melalui doa dan ibadah. Momentum ini hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memperbanyak doa, menjauhi maksiat, dan menjaga hati tetap khusyuk. Sebab di bulan inilah doa memiliki peluang besar untuk diijabah dan hati menemukan ketenangan sejati. Wallāhu a‘lam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!