Rajab, Peziarah Banyak yang Berdoa di Makam Makam Sunan Gunung Djati Cirebon
Ia menambahkan, para peziarah yang datang berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Jawa Barat saja. "Ada yang dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, bahkan ada yang dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura," katanya.
Para peziarah yang datang ke Makam Sunan Gunung Djati berharap mendapatkan berkah dan keberkahan dari Sunan Gunung Djati, yang dikenal sebagai salah satu penyebar Islam di tanah Jawa. Selain itu, mereka juga ingin mengenal lebih dekat sosok Sunan Gunung Djati, yang memiliki banyak kisah kesaktian dan keajaiban. Salah satu kisah yang terkenal adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra' Mi'raj, bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaiman.
Makam Sunan Gunung Djati juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu memiliki sembilan pintu yang melambangkan sembilan wali. Namun, para peziarah hanya diperbolehkan untuk masuk melalui lima pintu saja, sedangkan empat pintu lainnya ditutup dan tidak boleh dilewati. Hal ini dikarenakan ada beberapa makam yang dianggap keramat dan hanya boleh dikunjungi oleh orang-orang tertentu.
Makam Sunan Gunung Djati tidak hanya menjadi tempat ziarah bagi umat Islam, tetapi juga bagi umat Buddha dan Konghucu. Hal ini karena di kawasan Makam Sunan Gunung Djati terdapat makam istrinya yang bernama Putri Ong Tien Nio, yang berasal dari keturunan Cina, tepatnya keturunan Kaisar Dinasti Ming¹. Makam Putri Ong Tien Nio berada di sebelah kanan makam Sunan Gunung Djati, dan memiliki ciri khas berupa ornamen naga dan burung phoenix.
Makam Sunan Gunung Djati menjadi salah satu bukti bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang toleran dan menghargai perbedaan. Sunan Gunung Djati tidak memaksakan istrinya untuk masuk Islam, tetapi tetap menghormati keyakinannya. Sunan Gunung Djati juga tidak membeda-bedakan antara umat beragama, tetapi berusaha untuk menyatukan mereka dalam bingkai persaudaraan. Makam Sunan Gunung Djati menjadi saksi bisu dari sejarah yang patut dijadikan teladan bagi generasi penerus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!