Raja dan Ratu Spanyol Dikecam oleh Warga Valencia Usai Banjir Parah
ED
Editor
Shinta Dewi P
Senin, 4 November 2024 | 23:20 WIB
VISI.NEWS | VALENCIA - Raja Spanyol, Felipe, dan Ratu Spanyol, Letizia, menghadapi kritik tajam dari masyarakat yang terdampak banjir serius di Kota Valencia. Kritik tersebut terjadi saat mereka mengunjungi daerah itu bersama Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dan Gubernur Carlos Mazon pada Minggu (3/11/2024) waktu setempat. Setelah sesi foto bersama, sekelompok warga Valencia meluapkan kemarahan mereka dengan teriakan "pembunuh" dan melemparkan telur ke arah para pejabat.
Kekecewaan ini muncul karena warga setempat merasa pemerintah lambat dalam menangani bencana banjir yang melanda daerah mereka. Mereka juga beranggapan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah belum memadai.
Walaupun mendapat hujatan dari massa, Raja Felipe dan Ratu Letizia berusaha tetap tenang. Mereka mencoba mendengarkan keluhan warga yang disampaikan kepada mereka, sebagaimana dilaporkan oleh CNN. Dalam sebuah video yang dirilis oleh pihak kerajaan, keduanya tampak berpelukan dengan warga Valencia, sementara Raja Felipe juga terlihat memeluk dua perempuan yang tengah menangis di dekatnya.
Kemarahan warga sebenarnya lebih banyak ditujukan kepada Sanchez dan Mazon, yang dianggap tidak mampu memberikan respons cepat dan deteksi dini saat bencana banjir melanda. Sebelumnya, pada hari Sabtu (2/11/2024), warga juga mengadakan protes ketika mereka diperintahkan untuk membantu tentara Spanyol membersihkan sisa-sisa banjir. Namun, sesampainya di lokasi, mereka menemukan bahwa tentara belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut dan terlihat kesulitan dalam mengangkut puing-puing banjir.
"Militer dan polisi membantu tetapi tidak sebanyak yang kami harapkan dan mereka terlambat berhari-hari," kata salah satu warga, Pedro de Juan.
Sejak hari Selasa (29/10/2024), Spanyol telah dilanda banjir bandang yang tergolong sebagai bencana banjir terburuk dalam sejarah negara tersebut.
Bencana ini dilaporkan telah mempengaruhi berbagai daerah di Spanyol, termasuk Valencia, Catalonia, Castilla-La Mancha, dan Andalusia.
Hingga Minggu (3/11/2024), jumlah korban jiwa akibat banjir ini telah mencapai 214 orang, dan angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan berlangsungnya upaya pencarian korban yang hilang.
Korban terakhir yang ditemukan oleh tim penyelamat adalah seorang nenek berusia 70 tahun, yang ditemukan mengapung sekitar 12 kilometer dari lokasi tinggalnya.
Perdana Menteri Sanchez juga telah mengerahkan sekitar 5.000 tentara pada hari Sabtu untuk membantu proses evakuasi dan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!