Raih Dua Sertifikat ISO, Tokocrypto Jamin Keamanan Investas
"Dengan kedua sertifikasi ini, Tokocrypto telah membuktikan diri sebagai platform yang sangat aman bagi para investor dan trader aset kripto. Sertifikasi ini menjadi jaminan bahwa Tokocrypto beroperasi sesuai dengan standar internasional yang ketat dalam menjaga keamanan data dan informasi penggunanya," tutur Yudho.
Mengapa ISO Penting Bagi Para Pengguna Tokocrypto?
Sertifikasi ISO sangat penting karena memberikan jaminan kepada para pengguna bahwa Tokocrypto berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan standar keamanan yang tinggi.
"Keamanan dan kepercayaan adalah dua pilar utama dalam industri aset kripto. Dengan memperoleh sertifikasi ISO, kami ingin memastikan bahwa para pengguna Tokocrypto merasa aman dan tenang dalam melakukan transaksi. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus memberikan layanan terbaik dan menjaga kepercayaan pengguna," tambah Yudho.
Selain memiliki sertifikasi ISO, Tokocrypto juga telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), yang menunjukkan bahwa platform ini telah memenuhi semua persyaratan legalitas yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Regulasi yang jelas dari Kementerian Perdagangan ini menambah lapisan keamanan bagi para investor di Tokocrypto.
Dengan segala upaya yang dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas layanan, Tokocrypto telah membuktikan diri sebagai platform terbaik dan terpercaya untuk trading dan investasi aset kripto di Indonesia. Para pengguna dapat merasa tenang dan yakin bahwa aset mereka aman, serta bertransaksi dengan platform yang diakui secara internasional dan diawasi oleh otoritas pemerintah.
Jumlah pengguna Tokocrypto kini sudah mencapai lebih dari 4,5 juta. Dibandingkan akhir tahun 2023 lalu, terjadi pertumbuhan sekitar lebih dari 45%. Pertumbuhan pengguna Tokocrypto masih konsisten, cenderung meningkat sepanjang semester I 2024.
Nilai transaksi Tokocrypto berdasarkan volume perdagangan harian sepanjang semester I 2024 sebesar lebih dari US$23 juta atau sekitar Rp374 miliar per hari. Angka ini tentu naik sebesar 80% dibanding rata-rata volume trading tahun lalu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!