PWNU Jabar Sosialisasi Beasiswa untuk Kalangan Pesantren dan Pengurus NU dari LPDP
VISI.NEWS | BANDUNG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat mensosialisasikan program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk santri, pengasuh, pengelola pesantren dan pengurus PWNU, belum lama ini. Sosialisasi berlangsung di Gedung Dakwah PWNU Jln. Terusan Galunggung No. 9, Lingkar selatan, Lengkong, Kota Bandung,
Ketua PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad, S.E., dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi beasiswa LPDP ini diikuti oleh kalangan santri dan pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat. "Program ini bisa diikuti oleh para santri dan pengasuh pondok pesantren, dari lembaga dan banom di lingkungan PWNU Jawa Barat, juga seluruh pengurus PWNU Jawa Barat," ungkapnya.
Acara yang di gagas RMI NU Jabar yang diketuai Dr. H. Ferry Muhammadsyah Siregar, LC, M.A., ini, menghadirkan Ketua Komisi X dari Fraksi PKB DPR RI, H. Syaiful Huda.
Legislator yang sangat antusias menyampaikan informasi beasiswa LPDP ini untuk kaum sarungan, para Nahdliyin awa Barat ini berharap insan di lingkungan pesantren bisa mengambil kesempatan memperoleh beasiswa. "Anggaran pendidikan yang dialokasikan oleh pemerintah sebesar ini sangat besar 20% dari APBN atau Rp 541,7 triliun untuk tahun 2022," ungkapnya.
Pemerintah akan terus meningkatkan dana pendidikan ini. Bahkan untuk tahun depan, anggarannya tembus diatas Rp. 600 triliun.
"Dana pendidikan itu akan meningkat kembali pada tahun 2023 sebesar Rp 608,3 triliun, jika ekonomi negara terus naik dan semakin membaik, maka alokasi dana pendidikan pun akan terus ditambah," papar Syaiful Huda.
Ia berkomitmen dan menjaga keberpihakan ke para santri agar meraih beasiswa pengembangan keilmuan mereka, agar bisa melanjutkan pendidikan di semua jenjang perguruan tinggi, baik S1, S2, bahkan S3,
Pada kesempatan itu ia juga mengungkapkan bahwa saat dirinya menghadiri wisuda akbar santri TKA/TPA angkatan ke-55 LPPTKA-BKPRMI Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Gedung Indoor Bola Voli Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu 24/9/2022 lalu, keberfihakan itu disampaikan.
Harus dikejar
Sementara itu, dalam paparannya, Direktur Beasiswa LPDP Dr. Dwi Larso mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan itu memang harus disiapkan oleh pemerintah. "Ini adalah upaya pemerintah membangun generasi bermutu, dalam mengejar ketertinggalan ilmu, yang harus dikejar oleh masyarakat Indonesia," paparnya.
Sehingga, kata Dwi, alokasi anggaran yang disediakan LPDP bisa digunakan khususnya untuk kaum difabel, daerah tertinggal, pemilik kartu pra sejahtera, PNS, TNI, Polri, wirausahawan, dokter spesialis, pesantren, "Juga beasiswa umum untuk masuk ke universitas kelas dunia dengan pembiayaan beasiswa dari LPDP," tandasnya.
Jika ada masukan atau keberatan terkait teknis persyaratan di LPDP, kata Dwi, masyarakat bisa mengadukannya pada Kementrian Agama atau Kemendikbud untuk mengkompromikan hal ini. "Yang jelas untuk masuk ke LPDP, maka persiapkan persyaratan yang terbaik, utamanya kemampuan berbahasa Inggrisnya," himbau Dwi.
Pada sosialisasi itu, para peserta antusias menanyakan yang kaitan dengan program tersebut. Antara lain apakah mahasiswa on going bisa mendapat bantuan untuk beasiswa LPDP ini.
"Untuk mahasiswa on going tidak bisa karena jika hal itu dimungkinkan, maka otomatis semua mahasiswa yang lainpun akan menuntut hal yang sama," jelas Dwi.
Sedangkan untuk mahasiswa on going yang kesulitan pembiayaan, terutama yang mengbil program S3, Dwi menyarankan mendatangi yayasan di institusinya, untuk memecahkan masalahnya. "Bisa juga ke Dikti, atau ke Kementriannya itu sendiri, dalam beberapa kasusistik permasalahan seperti itu bisa terbantu," terangnya.@bms
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!