Puskesmas Solokanjeruk Gelar Screening TB Gratis bagi 150 Warga
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Dalam upaya mendukung program eliminasi tuberkulosis di Kabupaten Bandung, Puskesmas Solokanjeruk melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis atau screening sistematis tuberkulosis (TB) bekerja sama dengan mitra. Kegiatan tersebut menargetkan pemeriksaan terhadap 150 warga dari desa-desa di wilayah kerja puskesmas.
Kegiatan yang melibatkan dokter dan tenaga kesehatan dari puskesmas serta mitra ini digelar di GOR Serbaguna Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jumat (13/3/2026).
Program pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Kegiatan ini menindaklanjuti harapan Dadang Supriatna agar pemerintah desa dan lintas sektor lainnya turut mendukung berbagai kegiatan kesehatan yang dilaksanakan oleh puskesmas bersama para mitra.
Selain itu, kegiatan screening TB ini juga sejalan dengan hasil kunjungan kerja Bima Arya Sugiarto dan Dante Saksono Harbuwono dalam rangka mendukung program eliminasi tuberkulosis yang sebelumnya dilaksanakan di Puskesmas Soreang dan dilanjutkan di Gedung Mohamad Toha Soreang pada Selasa (10/3/2026).
Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut baik kunjungan kerja Wamendagri RI dan Wamenkes RI tersebut.
Kepala Puskesmas Solokanjeruk Dedeh Helpironi mengatakan kegiatan Screening Sistematis TB ini dalam rangka eliminasi tuberkulosis di Kabupaten Bandung.
"Alhamdulillah kami dari Puskesmas Solokanjeruk pada hari ini bisa melaksanakan screening dengan sasaran warga yang sebelumnya pernah kontak erat dan kontak serumah dengan penderita tuberkulosis atau TBC," tutur Dedeh di sela-sela pemeriksaan.
"Kemudian dilakukan screening dengan rontgen semua umur. Dan kalau anak di bawah umur dilakukan pemeriksaan tes mantoux dan untuk usia di atas lima tahun yang sudah bisa mengeluarkan dahak ada pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler). Tidak hanya rontgen saja, tetapi dengan pemeriksaan yang lainnya sebagai penunjang," tuturnya.
Cegah penularan TBC, Dedeh menegaskan yang diobati tidak hanya yang sakit saja. Namun perlu dilakukan pula terhadap warga yang sebelumnya kontak erat dan kontak serumah dengan penderita TBC dengan minum obat pencegahannya (TPT).
"Supaya kita bisa memutus rantai penularan dari penyakit TBC ini. Insya Allah penyakit TBC ini dalam waktu enam bulan bisa diobati, bisa sehat kembali dengan syarat patuh terhadap pengobatan," harapnya.
Dedeh pun menyampaikan apabila masyarakat menemukan ada orang yang bergejala batuk lebih dari dua Minggu untuk segera diperiksakan di puskesmas atau dokter terdekat.
"Untuk pemeriksaan TCM, Puskesmas Solokanjeruk bisa setiap hari. Kalau untuk mantoux ada jadwalnya, supaya dibacanya tidak di hari Minggu karena harus tepat waktu. Dan untuk rontgen mungkin akan diadakan sebulan sekali," ujarnya.
Dedeh juga berharap kepada masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Solokanjeruk mau diperiksa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
"Karena kalau mau diperiksa suka takut, karena takut ketahuan penyakitnya. Padahal dengan ketahuan penyakit lebih awal bisa lebih cepat memutus mata rantai penularan TB Dibandingkan kita tahunya sudah lanjut," tuturnya.
Kepala Puskesmas Solokanjeruk turut mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, Pak Sekdes beserta Perangkat Desa lainnya, Bapak Camat dan Bapak Bupati Bandung yang selalu mengayomi, melindungi masyarakat Kabupaten Bandung serta Mitra yang telah mendukung Kegiatan Skrening Sistematis TB di Desa Solokanjeruk.
"Bapak Bupati Bandung telah melindungi dan mendukung kami semua agar masyarakat Kabupaten Bandung sehat semuanya. Terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung. Tetap sehat dan selamat. Aamiin yra," ujarnya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!