Puskesmas Pertama di Indonesia Terapkan AI dan OCR untuk Permudah Layanan Ibu Hamil

Desi Rossilawati
Jumat, 13 Maret 2026 | 15:05 WIB
Bagikan
Puskesmas Pertama di Indonesia Terapkan AI dan OCR untuk Permudah Layanan Ibu Hamil

VISI.NEWS | JAKARTA - Bayangkan seorang bidan di sebuah puskesmas yang di hadapannya terdapat Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), menyimpan catatan penting terkait riwayat kehamilan, tekanan darah, hingga hasil pemeriksaan yang menentukan kondisi kehamilan ibu ke depan. Data yang tertulis di buku tersebut sebelumnya harus dimasukkan kembali ke sistem digital oleh bidan, di tengah jadwal pelayanan yang padat dan melelahkan.

Itu adalah cerita masa lalu. Kini, sebuah inovasi baru hadir, menggabungkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan layanan kesehatan dasar untuk meringankan beban kerja bidan.

Di sinilah peran OCR (Optical Character Recognition) masuk. Teknologi ini memungkinkan sistem membaca tulisan tangan dalam foto, lalu mengubahnya menjadi format data digital secara otomatis. Bidan cukup memotret halaman Buku KIA menggunakan HP, dan sistem secara otomatis mengekstrak informasi penting tanpa perlu diketik ulang.

Hal yang terdengar sederhana, namun dampaknya signifikan: data yang sebelumnya tersebar di lembar-lembar kertas kini bisa masuk ke sistem digital dalam hitungan menit. Data tersebut kemudian digabungkan dengan informasi kesehatan lainnya dalam sistem sehingga dapat dianalisis secara lebih komprehensif.

Setelah data terkumpul, sistem AI prediktif mengambil peran, menganalisis pola dari data kesehatan yang ada, kemudian memberikan indikasi mengenai risiko yang dialami ibu hamil. Hasil analisis ini bukan diagnosis, tetapi prediksi yang membantu bidan menilai: apakah ibu ini perlu perhatian lebih, perlu rujukan, atau kunjungan lebih awal.

“Ketika satu bidan bisa menangani puluhan pasien dalam sehari, kemampuan sistem untuk menandai pasien yang perlu perhatian ekstra bisa menjadi penyelamat di lapangan,” ujar sumber program.

Dari Lombok hingga Garut: Uji Coba Resmi Dimulai

Langkah nyata inovasi ini dimulai pada 6, 10, dan 11 Maret 2026, ketika teknologi OCR dan AI prediktif diperkenalkan melalui pelatihan kepada 40 bidan desa dari empat puskesmas di dua provinsi. Di Nusa Tenggara Barat, pelatihan dilaksanakan bagi bidan dari Puskesmas Montong Betok dan Puskesmas Narmada di Pulau Lombok. Sementara itu di Jawa Barat, kegiatan serupa melibatkan bidan dari Puskesmas Karangpawitan dan Puskesmas Cibatu di Kabupaten Garut.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.