Puskesmas Pertama di Indonesia Terapkan AI dan OCR untuk Permudah Layanan Ibu Hamil
Pemilihan keempat puskesmas ini bukan sekadar administratif. Ada kesiapan fasilitas, semangat tenaga kesehatan setempat, dan dukungan pemangku kebijakan untuk terlibat dalam pembaruan teknologi.
Dalam sesi pelatihan bersamaan uji coba, para bidan tidak hanya diajari menggunakan aplikasi tetapi juga dilatih memverifikasi hasil pembacaan OCR, memastikan tidak ada data yang terbaca keliru dan tidak ada informasi terlewat. Hal ini penting karena sekecil apa pun kesalahan data kesehatan akan berakibat besar.
Inisiatif Kolaboratif Lintas Institusi
Program OCR dan AI prediktif ini merupakan bagian dari KONEKSI AI in Healthcare, kolaborasi lintas institusi yang dipimpin oleh Summit Institute for Development sejak 2024, dengan dukungan pendanaan kompetitif dari Pemerintah Australia melalui skema Flourish Funding dari Dana Hibah KONEKSI. Dukungan itu diperoleh setelah seleksi ketat yang menilai inovasi teknologi, relevansi kebijakan kesehatan Indonesia, dan potensi dampak nyata di lapangan.
Apa yang berlangsung di empat puskesmas itu baru permulaan. Hasil uji coba akan menjadi cermin untuk menilai apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana sistem bisa diterapkan lebih luas di masa depan.
Yang jelas, ada sesuatu yang sedang berubah di puskesmas. Buku KIA yang selama ini menjadi data manual kini mulai 'berbicara' kepada sistem terkait masa depan layanan kesehatan ibu dan anak yang semakin canggih. Tentu, ada sumber daya manusia yang menjadi penggerak utamanya: bidan-bidan yang kini tidak hanya merawat, tetapi juga memimpin perubahan lewat teknologi terbarukan. @IndraS
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!