Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Purbaya: Utang Negara Tidak akan Bebani Generasi Muda

Desi Rossilawati
Rabu, 17 Desember 2025 | 10:37 WIB
Bagikan
Purbaya: Utang Negara Tidak akan Bebani Generasi Muda

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pengelolaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dilakukan secara hati-hati dan berelanjutan. Dengan demikian, utang negara tidak akan membebani generasi muda.

Purbaya mengatakan utang negara akan selalu diukur berdasarkan kemampuan dan kemauan membayar dari pihak yang melakukan utang bukan semata-mata dari besarnya nilai pinjaman saja.

Pemerintah juga akan menjaga indikator fiskal utama tetap berada di level aman.

"Utang itu diukur dari kemampuan dan kemauan bayar. Rasio defisit kita dijaga di bawah 3 persen, utang di bawah 60 persen PDB. Kita jauh lebih disiplin dibanding banyak negara maju. Fiskal kita aman dan berkelanjutan," kata Purbaya dikutip dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan pemerintah menerapkan kebijakan defisit anggaran secara terukur, yakni di kisaran 2,6 hingga 2,8 persen. Di mana dan hasil tersebut merupakan bagian dari kebijakan countercyclical untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, jika ekonomi melambat, pemerintah akan terus menggenjotnya dan sebaliknya jika ekonomi tumbuh cepat pemerintah akan mengeremnya.

Ia menjelaskan saat ini, target pertumbuhan ekonomi Indonesia terus digenjot di kisaran 5 hingga 6 persen. Tujuannya agar Indonesia tidak berisiko terjebak dalam middle income trap. Purbaya memetakan ada tiga tantangan utama yang perlu dihadapi Indonesia pada 2026, yakni iklim investasi, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter, serta dinamika ekonomi global.

Menurut Purbaya, penempatan tantangan global di posisi ketiga bukan tanpa alasan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.